Kamis, 15 Juni 2017

PENGUNGSI MUSLIM DI SWEDIA

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- RABU, 14 JUNI 2017

PENGUNGSI MUSLIM DI SWEDIA

Pada 2015, lebih dari 161.000 pencari suaka menyeberangi perbatasan menuju ke Swedia -- pada satu titik, ada 10.000 pengungsi per minggu memasuki negara itu. Dengan populasi hanya 9,5 juta, itu berarti, dibandingkan dengan jumlah penduduknya, Swedia telah menerima lebih banyak pengungsi daripada bangsa-bangsa lain di negara-negara maju mana pun. Ini melampaui kemampuan Swedia untuk memproses, menyediakan tempat tinggal, dan menampung mereka yang masih ingin masuk. Pada akhir tahun itu, negara Swedia memutuskan untuk menutup pintu bagi pendatang baru.

Banyak gereja dan pelayan telah membantu untuk mengisi kesenjangan itu. Di Borlange, relawan menyediakan makanan dan bantuan di sebuah penampungan darurat tempat 50 orang ditampung di tempat-tempat tidur di sekitar dinding gudang dengan dua kamar mandi dan toilet portabel. Beberapa keluarga singgah di tempat penampungan ini sampai tiga minggu sebelum dipindahkan ke perumahan sementara, tempat banyak orang menunggu selama enam sampai sembilan bulan untuk wawancara dengan petugas imigrasi yang akan mengonfirmasi status mereka di Swedia dan mengijinkan mereka untuk menetap. Selama waktu itu, para pengungsi tidak melakukan sesuatu apa pun, jadi para relawan mulai mengatur sebuah tempat makan yang cocok untuk semua bangsa dan menyediakan berbagai bantuan lainnya. Hal ini mengakibatkan banyak pengungsi bertanya tentang iman Kristen, dan merespons kasih yang ditunjukkan kepada mereka oleh orang Kristen Swedia.

Sama seperti kondisi di Eropa Barat, Gereja di Swedia telah melihat penurunan keanggotaan gereja secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Namun, masuknya pengungsi Muslim ini telah membawa orang-orang Kristen baru ke Gereja lebih banyak daripada yang telah terlihat dalam beberapa dekade terakhir. Sebuah kota kecil yang sunyi, dengan penduduk 5.000 jiwa, telah menampung ribuan pengungsi yang masuk (sebagian besar dari Suriah dan Afganistan), dan banyak di antara mereka mulai masuk Gereja. Pada upacara baptisan baru-baru ini yang dilakukan untuk satu keluarga Suriah, seorang nenek anggota lansia Swedia sangat terharu dan berkomentar bahwa ia belum pernah melihat seluruh keluarga dibaptis di sana sejak masa kecilnya, di masa akhir kebangkitan Swedia.

Mari kita berdoa:

- Swedia sedang berjuang untuk menyeimbangkan antara sumber daya yang dimilikinya dengan keinginan untuk membantu. Berdoa untuk keputusan yang bijak mengenai keimigrasian dan dukungan dari Gereja bagi mereka yang datang.

- Banyak keluarga yang sangat kesepian, menunggu berbulan-bulan lamanya untuk wawancara visa dan memulai kehidupan baru mereka. Berdoa agar mereka dikuatkan dan tidak merasa sendiri.

- Swedia memiliki budaya yang khas. Berdoa untuk para pengungsi yang datang dari berbagai latar belakang yang sangat berbeda agar mereka berusaha untuk menyesuaikan diri.

Tidak ada komentar: