Jumat, 28 Maret 2008

pOKOK dOA mISSI bULAN aPRIL 2008


Eropa
Ada gerakan doa syafaat dari “Gerakan Ethnê ke Ethnê” buat suku-suku terabaikan
di Eropa Barat, pada bulan April 08. Info: ethne@ethne.net - www.ethne.net.
Satu masalah di Eropa: Wanita, sering masih anak muda, dibujuk dari Eropa Timur ke Eropa Barat, sesudah itu ditahan dengan berbagai cara dan dipaksakan bekerja sebagai wanita penghibur.
Jerman (82,5 juta), Ibukota Berlin (3,4 juta), agama: Kristen 33%, Katolik 33%, tanpa agama 28%, aga­ma Islam 3,5 juta, yang berasal dari berbagai negara, paling banyak dari Turki. Kel. Jakob Octavianus, YPPII/WEC mem­beritakan Injil di antara orang imigran dan di Asia Tengah. Kel. Pdt. S. Obadja melayani di Gereja Misi Indonesia (GMI) di Frank­furt. Ada perintisan pekabaran Injil.
KM LOGOS HOPE di pelabuhan Kiel/Jerman. Semua ruangan dalam kapal harus disiapkan, agar kapal ini menjadi cocok untuk pelayanan di pelabuhan-pelabuhan sedunia. Pekerjaan maju, tetapi masih banyak harus dikerjakan. Sudah diselenggarakan konperensi anak muda di atas kapal. Diharapkan kapal bisa layar ke Edinburgh, Skotlandia bulan September tahun ini.
Moldavia (4,2 juta,), Ibukota Chisinau (0,6 juta), agama: Ortodoks 70,4%, Katolik 5,8%, Kristen 3,2%. O.M. sudah membuka pusat kegiatan baru, tetapi hubungan gas belum terpasang, karena itu gedung ini dingin betul dan selama musim dingin hampir tidak bisa dipakai. Ini merupakan pokok doa urgen, bahwa gas akan dipasang. Meskipun sekarang sudah mulai musim semi, tetapi pemanas tetap diperlukan. Pelayanan literatur terhambat, karena buku-buku bahasa Rusia sudah kosong dan buku bahasa Romania (bahasa resmi) kurang persediaan. Bapak Butje L. bersama isterinya, (O.M. Indonesia) terlibat sebagai tata usaha d­an dalam berbagai pelayanan bersama tim O.M. setempat.
Bosnia-Herzegovina (3,8 juta), Ibukota Sarajevo (0,4 juta), agama: Islam 44%, Ortodoks 31%, Katolik 17%, Kristen hanya 1000 orang. Akhir Januari sudah diadakan satu konperensi doa syafaat, yang hadir 130 orang percaya, ini merupakan 13% dari orang percaya negara ini. Di Bosnia-Herzegovina hidup berbagai suku bangsa: Bosnia, Serbia, Kroasia, Roma, dll. Masih diperlukan satu usaha pemberitaan Injil di antara berbagai suku bangsa dalam negara ini. Perlu tenaga! Di antara mereka masih ada rasa bermusuhan pasca­perang saudara, perlu kesiapan untuk saling mengampuni dan penyembuhan dari berbagai trauma pascaperang. Perlu tenaga! PB diterjemahkan ke dalam bahasa Bosnia, harap dalam waktu dekat bisa dicetak.
Bulgaria (7,6 juta), Ibukota Sofia (1,1 juta), agama: Ortodoks 71%, Islam 13%, Kristen 2%, Katolik 1%. Agama Islam: suku Millet (300 ribu) dan Turki (0,9 juta), dua-dua berbahasa Turki, orang Pomak (250 ribu) berbahasa Bulgaria. Orang Ortodoks memberitakan di koran fitnah tentang Kristen.
Rusia (142 juta), Ibukota Moskow (10,4 juta), agama: Ortodoks 41%, Katolik 1%, Kristen 0,7%, Islam 15%, Budhis 0,7%, Animis 1%, tanpa agama 31%. Ekonomi makin membaik, tetapi hanya sebagian kecil penduduk bisa menikmati kemajuan. Para penginjil bisa mengunjungi suku-suku terpencil di Siberia bagian Utara selama musim dingin. Karena di musim dingan sungai-sungai tertutup dengan es, karena itu bisa dilewati dengan mobil, jalan-jalan juga keras karena es. Untuk mereka yang berpengalaman bisa ke tempat-tempat yang biasanya tidak bisa dijangkaui, karena jalan-jalan penuh lumpur di musim lain dan sungai-sungai tidak mempunyai jembatan. Meskipun dingin sampai -38 anak-anak dan orang dewasa mendengar berita Injil. Doakan mereka-mereka yang sudah men­dengar berita Injil. Di Rusia tinggal 76 suku ter­abaikan, jumah penduduk dari suku-suku terabaikan bersama 13 juta. Ada 40 suku di Siberia, biasanya mengikuti cara Animisme sebagian masih terabaikan, di Kaukasus Utara ada 40 suku terabaikan, mereka semua beragama Islam, aliran Sufi. Di Siberia di daerah Amursk tinggal suku Nanai, penduduk 12000, agama Animis, Cuma 1% dari mereka sudah percaya akan Kristus. Ada seorang penginjil yang memberitakan Injil keselamatan kepada mereka. Ada yang datang dan bertanya bagaimana bisa dilepaskan dari kuasa dosa. Musim dingin yang lalu lebih dingin daripada biasanya, para pelayan dan penginjil cukup menderita de­ngan iklim yang kasar. Doakan beberapa proyek penerjemahan Alkitab ke dalam sekian bahasa Kaukasus. Di Rusia direncanakan merintis satu jemaat di antara orang Kurd.
Afrika
1 Februari 2008 sudah dimulai satu pemancar Kristen baru di Benin, izin operasional diberikan oleh presiden yang Kristen, malah ia minta sendiri, bahwa pemancar ini dibangun dalam negaranya. Melalui pemancar ini program Kristen bisa disiarkan dalam bahasa Perancis dan bahasa-bahasa lokal ke negara-negara ini: Burkina Faso, Ghana, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Togo dan Benin sendiri.
Guinea Bissau (1,6 juta), Ibukota Bissau (0,4 juta), agama Islam 48%, Animis 42%, Katolik 7%, Kristen 2,5%. Perintis jemaat baru terus-menerus berfokus kepada suku-suku yang belum terjangkau: Fula, Mandinga, Nalu, Susu, Biafada, Manjakos. Tolong doakan juga tambahan pekerja bagi suku-suku ini. Di antara orang Biafada (45000) hanya sedikit orang percaya, hampir semua beragama Islam, meskipun Injil sudah 20an tahun diberitakan antara mereka. Bapak Pdt. Titus Dima, WEC, meng­ajar setiap hari di Youth Center dan Saptu/Minggu pe­layanan pemuda/i serta di jemaat. Ia berterima kasih bahwa Bapak Isak Hattu, AME Brazil, sudah dapat membantu di Youth Center se­lama beberapa minggu. Ibu Ritha M., WEC, mengajar di Sekolah Alkitab Ntchumbe. Ia meneruskan dengan perintisan di desa-desa. Di samping berbagai pelayanan lain, ia juga pertanggung jawab buat pemuridan di antara wanita dan pemuda/i. Ibu Salomi T., WEC, tetap melayani di daerah Cacine, khusus di antara suku-suku ter­abaikan di daerah itu, yaitu Nalu & Susu. Ia sedang memperdalam diri dalam bahasa Susu, bahasa ibu kedua suku ini, agar pelayanan menjadi lebih efektif.
Mali (14 juta), Ibukota Bamako (1,2 juta), agama: Islam 80%, Animis 18%, Kristen 1,2%, bahasa: Bam­­­bara 40%, Perancis 10%, banyak bahasa lain. Beberapa tahun yang lalu di salah satu keluarga dua putri lahir pada hari Natal, keluarga itu memutuskan bahwa ini merupakan satu tanda bahwa kedua putri akan menjadi Kristen. Sejak itu seorang wanita Kristen bisa membina keluarga ini dan kedua putri sudah percaya akan Kristus ditambah dengan dua anak perumpuan lain.
Senegal (11 juta), Ibukota Dakar (2 juta), agama Islam 95%, Katolik 4,5 %, Kristen 0,1%. Suku utama Wolof tidak terbuka terhadap Injil. Negara ini sangat memerlukan lebih banyak pelayan rohani, di seluruh negara ini hanya ada 100 hamba Tuhan full-time. Berdoalah agar pekerja TUHAN dipanggil. Untuk pertama kali seluruh Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa Serere-Sine, Ini merupakan Alkitab yang lengkap dalam salah satu bahasa suku di negara ini. Sampai kini hanya ada Alkitab dalam bahasa Perancis, bahasa nasional. Bahasa Serere-Sine dipakai oleh 10% penduduk negara ini. Di negara ini dipakai 35 bahasa berlainan. Orang Serere-Sine (1,3 juta) sebagian besar Islam campur dengan Animisme, 6% Katolik, hanya ada 0,5% orang Kristen Injili.
Ethiopia (74,3 juta), Ibukota Addis Adeba (3 juta), agama: Ortodoks 57%, Islam 31%, Kristen 20%, Animis 3%. Kelompok ekstrim telah memperingatkan umat Kristen menghentikan penginjilan di kota Yayu, negara bagian Oromia. Agar Kristen tetap percaya pada perlindungan dan kuasa Tuhan. Alkitab dalam bahasa Borana membantu orang untuk lebih mengerti maksud Firman TUHAN. Perjalanan para penginjil sering berbahaya, karena ada pertengkaran di antara suku-suku.
Eritrea (4,5 juta), agama: Islam 51%, Ortodoks 40%, Katolik 4,6%, Kristen 1,5% (Injili 20 000 orang), Animis. Negara ini sudah menjadi negara yang termasuk paling keras menyiksa orang Kristen. Puji Tuhan, 45 anggota gereja Injili dibebaskan dari penjara. Tetapi jangan berhenti berseru, agar 2000+ tahanan Kristen tetap di­kuatkan dan akan dilepaskan juga.
Burundi (8 juta), agama: Katolik 62%, Animis 23%, Islam 10%, Kristen 5%. Dua suku utama Hutu dan Tutsi di negara ini berabad-abad hantam-menghantam, bunuh-membunuh, karena itu di antara kedua suku ada saling mencurugai. Sampai kini sulit mengadakan satu pendamaian secara dalam.
Afrika Selatan (47 juta), kota besar: Pretoria (2 juta), Cape Town (2,9 juta). Pray40! Africa: Peserta dari 22 negara mengikuti konperensi ini, mereka mendengar informasi dari semua suku-suku terabaikan dan berseru secara bergantian buat suku-suku ini. Bapak & Ibu Pdt. N. Rajagukguk (WEC Indonesia): Bapak Nim memulai mengajar di salah satu sekolah Alkitab malam bulan Mei ini. Dalam pelayanan di universitas ia dibantu oleh anggota gereja yang dekat dengan kampus. Waktu pindah rumah Pak Nim jatuh dan lutut terlukai, pada tanggal 18 April ada operasi.
Timur Tengah dan Afrika Utara
Lewat Mesjid sering penduduk setempat diperingati jangan terima literatur Kristen, ini mengakibatkan, bahwa makin banyak orang justru mau terima literatur ini, untuk melihat apa itu.
Satu bahan PI bisa melaporkan bahwa tahun 2007 dalam daerah ini 339 jemaat baru dapat dirikan, biasanya hanya kecil dan hanya diam-diam saja. Doakan semua orang percaya, agar mereka tumbuh.
Aljazair (33,7 juta), Ibukota Algiers (3 juta, Ratusan orang Kristen tinggal di Ibukota), penduduk orang Arab 70%, orang Berber 25%, Touareg 3%, agama Islam 99,6%, orang Kristen k.l. 70 000 orang. Sebagian besar orang Kristen di negara ini berasal dari suku Berber-Kabile yang tinggal dalam pe­gunungan. Orang Kristen berhadapan dengan berbagai tekanan: di media ada berita yang melawan gereja Kristen; sudah ada beberapa persekutuan/jemaat ditutup selama satu tahun. Seorang guru sudah diperhentikan di sekolah, karena dituduh membawa Injil ke sekolah. Lima orang lain diseret ke pengadilan dengan tuduhan penginjilan. Meskipun demikian seterusnya orang Islam bertobat dan terima Kristus, terutama dari suku Berber-Kabile. 70% dari orang Kristen berumur di bawah 30 tahun. Ratusan orang antri untuk masuk gedung mengikuti kebaktian Kristen.
Mesir (75 juta), Ibukota Kairo (16 juta), agama: Islam 86%, Koptik 10%, Kristen 0,8%.  Gereja Koptik sudah berdiri 2000 tahun dan tetap hidup, meskipun ratusan tahun tekanan. Akhir-akhirnya tekanan terhadap orang Kristen meningkat lagi. Sulit sekali untuk orang yang masuk Islam sesudah itu mereka kembali Kristen, bahwa kartu penduduk dirobah tentang agama. Kalau dirobah ditulis ex-Islam, bukan Kristen. Yang asal Islam menjadi Kristen tidak dirobah kartu penduduknya, hakim memutuskan, dalam hati ia boleh percaya apa pun, tetapi di atas kertas ia tetap Islam. Pada tanggal 25.01-04.02 sudah diadakan satu pa­meran buku yang besaran, penerbit-penerbit Kristen juga bisa mengambil bagian dalamnya. Mereka bisa menjual ratusan Alkitab kepada orang yang non-Kristen, juga banyak buku Kristen, di samping ini di stan-stan orang Kristen diadakan banyak percakapan tentang iman. Orang Kristen Kairo membantu para petugas penerbit dalam pembicaraan dengan peminat-peminat. Pelayan TUHAN bersaksi de­ngan berani tentang kebenaran dari Alkitab.
Sudan (38,5 juta), Ibukota Khartoum (4,8 juta), agama: Islam 70%, Katolik 5%, Kristen 10%, Ani­mis 15%. Tahun ini dua badan P.I. akan membagikan 250 ribu Alkitab kepada orang Kristen di ba­gian Selatan, karena dalam perang saudara mereka sudah kehilangan Alkitab mereka sendiri. Puji TUHAN, tekanan terhadap orang Kristen berkurang, khusus di bagian Selatan. Sekarang ini ada percobaan baru untuk orang Kristen, karena ekonomi di bagian Selatan meningkat, ada orang Kristen menjadi kurang aktif di jemaat, karena sibuk dengan hal yang lain, yaitu mencari uang. Tolong tetap mendoakan suku Fur, karena daerah mereka tetap banyak kekerasan dan kekurangan.
Israel (6 juta), agama: Yahudi 81,4%, Islam 14,5%, Druze 1,6%, Katolik 1,3%, Ortodoks 0,8%, Kristen 0,2%, suku: Yahudi 79%, Arab 20%. Jemaat-jemaat Kristen Injili ada, tetapi dalam negara ini ada banyak oposisi dan tekanan terhadap mereka. Jalur Gaza (1,3 juta), Pa­les­tina (3 juta, Islam 95+%, Kris­ten ber­­­bagai aliran 1-2%, 1967 masih 12%). Bagian Barat dikuasai oleh Fatah, Jalur Gaza dikuasai oleh Hamas, Ma­syarakat umum rindu damai. Sampai kini pembunuh dari pe­mimpin toko Alkitab di Gaza belum ketemu. Pada tanggal 15 Februari toko buku dan perpusta­ka­an Kristen lain dibom dan ribuan buku hancur. Tujuh keluarga Kristen sudah meninggalkan Gaza, karena berulang kali mendapat ancaman dan yang berwajib mengatakan, mereka tidak sanggup untuk melindungan mereka dari serangan.
Iraq (24,5 juta), Ibukota Baghdad (4,8 juta), orang Arab 75-80%, orang Kurdi 15-20%, orang Asyur dll 5%, agama Islam 97% (aliran Syiah 62%, aliran Sunni 35%), Katolik 1%, Ortodoks 0,5%, Kristen 0,05%. Sebenarnya orang Kristen memiliki hak untuk berbakti secara bebas, tetapi karena kekerasan dan ancaman sudah tigaperempat orang Kristen melarikan diri dari negara ini. Jangan berhenti berseru kepada Yesus: Sayang, sampai kini tidak ada tanda bahwa kekerasan berdarah mau berhenti, dikatakan keamanan sudah membaik, tetapi sebenarnya belum baik.
Orang Kurdi (4 juta) hidup di bagian Utara di Iraq, agama utama: Islam dalam berbagai aliran, Kristen 200 orang. Injil tetap diberitakan dengan cara hati-hati. Daerah otonom Kurdi sampai se­karang cukup aman, tetapi juga sekali-kali sudah ada peledakan bom. Kami bersyukur bahwa pertengkaran berdarah antara orang Kurdi dan negara Turki sudah berhenti.
Cryout (teriak) merupakan satu jaringan doa dengan anggota dari seluruh dunia yang mendoakan masyarakat di Suriah, Lebanon, Jordan, dan Iraq. Ikutilah: www.cryoutnow.org.
Yaman, (20 juta), Ibukota Sana’a (1,3 juta), agama Islam (62% Sunni, 37% Syiah), 200 orang Kristen, sebagian masih tersembunyi. Negara ini kurang aman, sering ada pembunuhan di antara kelompok keluarga karena balas dendam, misalnya dalam tiga tahun dalam satu desa saja 30 orang terbunuh termasuk wanita dan anak-anak. Ada 60 juta pucuk senjata api di tangan penduduk. Ribuan orang pernah ikut pe­rang di Afghanistan, sekarang ini mereka membawa filsafat dari situ. Di daerah pegunungan ada gerombolan teroris bergerak yang mau menggulingkan pemerintah, sering ada tembak-menembak antara mereka dan tentara. Kelompok ekstrim agama bertambah, mereka menekan masyarakat, lagi masyarakat karena takut mereka secara terpaksa mengikuti aliran mereka de­­ngan berbagai peraturan mereka. Minta damai. Berdoa bahwa pe­merintah tidak menjadi kendor meng­ejar teroris dalam negara ini. Perjalanan dalam negara ini kurang aman, penuh dengan bahaya.
Bahrain (1 juta), Ibukota Manama (0,2 juta), agama Islam (Syiah 65%, Sunni 35%). 62% orang Bahrain, 38% orang asing. Rumah Sakit Kristen setempat sudah berdiri lebih dari seratus tahun, pela­yanan medis ini cukup terkenal dan merupakan satu kesaksian yang dihormati. Berdoa, agar pe­layanan tidak diganggu oleh apa pun dan TUHAN memberi buah kekal lewat kesaksian sensitive.
Arab Saudi (27,6 juta, termasuk 5,6 juta orang asing), Ibukota Riyadh (2,8 juta), agama Islam, sedikit orang Kristen secara diam-diam. Meskipun percaya kepada Kristus dilarang keras dan di­ha­langi de­ngan banyak cara, jumlah orang Kristen bertambah sedikit demi sedikit. Kalau ketahuan seorang Saudi percaya kepada Kristus, ia diancam dihukum mati. Terpaksa mereka harus berbakti secara diam-diam di tempat tersembunyi. Satu juta orang Pilipina bekerja di negara ini, diperkirakan 8% dari mereka orang Kristen Injili yang memakai kesempatan untuk memberitakan Injil.
Iran (69 juta), Ibukota Teheran (8 juta), agama Islam 98%, Ortodoks Armenia 0,2%, Kristen 100 ribu orang, jumlah ini meningkat terus, karena masyarakat umum kecewa dengan agama mereka sendiri. Pemerintah sedang menyiapkan satu undang-undang, di mana orang Islam yang menjadi Kristen diancam dengan hukuman mati. Berdoalah, agar UU ini tidak disahkan. Para penginjil yang berjalan memberitakan Injil ini memerlukan perlindungan khusus. Anak muda Kristen sulit mendapat pekerjaan atau sering kali akhirnya kehilangan pekerjaan ketika kantor tempat mereka bekerja mengetahui mereka orang Kristen. Berdoa agar mereka, meskipun sulit situasi ini, mendapat pekerjaan dan tetap dapat bertahan di tempat pekerjaan mereka.
Turki (74 juta), Ibukota Ankara (3 juta), Istanbul (10 juta), agama: Islam 99,8% berbagai aliran dan dicampuri dengan berbagai kepercayaan kebatinan, okultisme, dan tahyul. Orang Kristen Turki dan para Hamba TUHAN tetap memerlukan dukungan doa syafaat dari umat Kristen sedunia. Ancaman terhadap orang Kristen dan pemberitaan fitnah dan cerita dusta tentang gereja di media meningkat lagi. Di bagian Timur tetap ada satu pertikaian berdarah antara pemerintah Turki dengan orang Kurdi dan seterusnya jatuh banyak korban jiwa. Sedang dikerjakan revisi PB dalam bahasa Sorani dan penerjemahan PL, karena kurang pekerja kemajuan pelan-pelan saja. Orang Kurdi di Turki memakai bahasa Kurmanji, Injil juga diberitakan lewat radio dan juga lewat INTERNET. Perlu te­naga tambahan yang bisa menyiapkan bahan ini yang akan disiarkan.
Doakan Mauritania (2,6 juta), Maroko (31 juta), Tunisia (9,7 juta), Libia (5,6 juta), Lebanon, (4,5 juta), Suriah (19,5 juta), Jordania (4,8 juta), Kuwait (2,7 juta), Qatar (0,7 juta), Uni Emirat Arab (3 juta), Oman (3 juta), Iran (69 juta), agar masyarakat di negara-negara ini dapat ke­sempatan hidup tenteram dan Injil bisa diberitakan antara mereka dengan jelas, agar mereka bisa memperoleh pengetahuan akan ke­be­nar­an dan kesela­matan, lihat 1 Timotius 2:1-8.
Asia Selatan dan Tenggara
Afghanistan (30 juta), Ibukota Kabul (3 juta). Agama Islam secara radikal, tidak ada satu agama lain yang diizinkan. Sayang, tetap terus-me­nerus ada kekerasan, tembak-menembak, dan pem­boman. Tahun 2007 yang lalu 8000 orang jatuh korban jiwa., jauh lebih banyak terlakui. Jangan ber­hen­ti berseru untuk damai dalam negara ini. Doakan masyarakat yang menderita!
Pakistan (160 juta), Ibukota Islamabad (0,9 juta), agama: Islam 97%, Hindu 1,5%, Katolik 0,5%, Kristen 1%. Negara ini melewati banyak kekacauan karena politik. tetapi puji TUHAN, baru-baru ini pemilu berjalan cukup aman, dalam 40 tahun tidak ada pemilihan yang begitu aman, meski­pun sebelumnya ada jatuh korban. Walaupun parpol pemerintah kalah suara, mereka mengakui keka­lah­an dan tidak ada usaha macam-macam untuk mengacau situasinya. Banyak orang di Pakistan dan di luar negeri berdoa buat pemilu ini, TUHAN jawab. Kelompok Zikri Baluch (750.000) me­rupakan satu aliran Islam yang berbeda dengan Islam biasanya. Hanya sedikit orang di antara mereka yang sudah menjadi Kristen, ada yang melihat Yesus dalam visi yang membantu mereka dalam menangkap ikan. Berdoalah buat tiga warung buku di kota Quetta, di mana dijual buku-buku Kristen.
India (1,2 milyard), Ibukota Delhi (11 juta), Agama: Hindu 81%, Islam 13%, Budhis 0,8%, Sikh 1,1%, Katolik 1%, Kristen 1,5%, dll. Berita dari India: Setiap hari ada orang Kristen yang diserang atau fasilitas Kristen dirusak oleh orang fanatik yang mau membebaskan India dari ke-Kristenan.
Di India ada ratusan badan P.I. yang sudah mengutus 40.000+ tenaga pemberita Injil kepada suku-suku terabaikan di negara ini. Melalui pemberita ini, di mana-mana sudah didirikan jemaat baru.
Di India banyak bahasa: Rekaman Injil India mau merekam cerita Injil ke dalam 1200 bahasa. Di Bihar tiga orang yang berasal dari suku Santali mendengar kaset di bahasa mereka sendiri dan terima Yesus sebagai Juruselamat mereka. Daftar bahasa di India: http://globalrecordings.net/country/IN.
Doakan penerjemahan bahan PA ke dalam bahasa Tamil, bahan ini menolong dalam pemuridan.
Doakan penginjilan dan perintisan jemaat baru di daerah-daerah kumuh di Mumbai dan di Pune oleh Friendship Center India yang dipimpin oleh Bapak & Ibu Pdt. J. & P. Gladstone, (YPPII), www.friendshipcentre.org. Jemaat-jemaat tetap bertumbuh, meskipun ada banyak tekanan dari luar. Dua asrama untuk anak-anak yang terlantar, dengan 48 puteri dan 22 putra.
Bangladesh (145 juta), Ibukota Dhaka (11 juta, banyak di antara mereka tinggal di daerah kumuh), agama: Islam 87%, Hindu 12%, Animis 0,6%, Budhis 0,6%, Kristen 0,3%, Katolik 0,2%. Pada tanggal 21 Januari 29 mahasiswa baru sudah mulai kuliah di sekolah tinggi teologia CDC, mereka disiapkan, supaya akan terjun di lading TUHAN, khusus dalam perintisan di daerah-daerah kosong gereja-gereja yang hidup. Selain pendidikan theologia di CDC ada produksi progam radio, pagi hari 15 minet, sore hari 30 minet, program-program ini juga disiarkan lewat internet.
Nepal: (24 juta), Ibukota Kathmandu (0,6 juta), agama: Hindu 80%, Budhis 10%, Islam 4,5%, Kristen 1,9% (l.k. 500 ribu). Berdoalah, agar persetujuan damai antara pemerintahan dan Maois bertahan. Kel. Sammy dan Phoebe Han, Navigator: Membina orang Kristen agar mereka menjadi melalui kehidup­an murni satu saksi hidup. Pertengahan tahun ini mereka sekuluarga kembali ke Indonesia dan akan mengajar di universitas asal lagi, yang sudah mengutus mereka ke Nepal selama 14 tahun. Kel. Dr. Budhi dan Ully, Navigator, akan datang ke Nepal dan akan menggabungkan diri dengan kelompok Navigator setempat. Mendapat visa untuk orang asing dipersulit.
Bhutan (0,8 juta), Ibukota Tumbuh (31 000), agama: 73% Budhis-Lamais aliran Bon (suku Drukpa), merupakan agama negara, 22% Hindu (suku Nepal), 4% Islam, 0,46% Kristen. Tidak ada kebebasan agama dalam negara ini, hanya agama Budhis-Lamais di­akui. Dari daerah perbatasan dengan India orang dijangkaui, di tempat sembunyi orang Kristen dilatih menjadi pemimpin gereja.
Sri Langka (20 juta), Ibukota Colombo (1 juta), agama: Budhis 71%, Hindu 12%, Islam 8%, Katolik 5,5%, Kristen 1,5%. Suku-suku utama: Singalese, Tamil, Moor. Hampir semua orang Kristen hidup di kota-kota, di 35000 desa tidak ada kesaksian Kristen. Orang Kristen memerlukan satu visi untuk mem­beritakan Injil di pedesaan, tetapi juga di perkampungan kumuh di pinggiran kota-kota.
Kamboja (14,8 juta), Ibukota Phnom Penh (1,5 juta), agama Budhis 85%, Animis 4,3%, Islam 3,9%, Kristen 400 000. Kel. Heryanto & Susie, Na­vigator, sedang cuti di Indonesia, mereka akan kembali pada bulan September. Ibunya dari Pak Hery perlu perhatikan khusus, Pak Hery akan sering bolakbalik mengunjungi ibunya. Ibu Susie ada masalah di kantong empedu, doakan cara pengobatan untuk seterusnya. Kel. Suyatno, Navigator, bisa berinteraksi de­ngan orang Kamboja dan beritakan Injil kepada mereka di Waroeng Bengawan Solo. Sdr. Heru membantu dalam pelayanan di warung, ia perlu kepastian, apakah ia meneruskan pelayanan di negara ini, atau akan kembali ke Indonesia.
Vietnam (86 juta), Ibukota Hanoi (2,3 juta), Ho Chi Minh City (7 juta), tetap paham komunis. Aga­ma Budhis 55%, Katolik 5%, Kristen 0,8 juta. Tetap orang Kristen dianiaya, tetapi khusus di pe­gunungan jemaat Kristen bertumbuh. Di kota-kota besar orang Kristen lebih aman daripada di desa.
Pilipina (87 juta), Ibukota Manila (1,7 juta), agama: Katolik 83%, Islam 8%, Protestant 7,5%, dll. Berdoalah untuk menyiapkan Alkitab anak dalam bahasa Manga-Tagalog, juga bahan pelajaran dalam bahasa ini disiapkan. Kel. Pdt. Mekkie Famdale, YPPII, memimpin GKI-P di Manila, anggota jemaat terutama mahasiswa Indonesia yang studi di Manila. Ibu Ria Zebua, OMF, me­la­yani di antara orang Manobo yang Animis di Upper Langilan/ Davao del Norte. Ia sudah mendirikan tiga sekolah umum non-formal, agar anak-anak mendapat pendidikan, ia mencari sponsor, agar anak-anak bisa meneruskan pendidikan di SMP di kota, malah ada sampai ke universitas. Para guru mendapat training dan pemuridan. De­ngan memutarkan film Kristen dan pendidikan masyarakat mengerti siapa Kristus. Tuhan memberkati pelayanan ini bersama satu tim orang Kristen Pilipina. Orang Manobo yang dahulu biasanya pemabuk dan pengacau, sekarang sudah menjadi pembina dalam masyarakat. Firman Tuhan telah mengubah mereka. Baru-baru ini dalam pemilihan sekian kepala desa, sebagian besar orang Kristen terpilih. Karena tahun ini sebagian anggota tim akan pergi, sangat dibutuhkan tambahan tenaga perintisan. Berdoalah, agar tenaga baru dipanggil. Bck sedang cuti di Indonesia. Jangan berhenti mendoakan orang Sama, agar mereka mengerti, siapa Yesus Kristus!
Thailand (66,2 juta), Ibukota Bangkok (7 juta), agama: Budhis 92%, Islam 4%, Kristen 1,6%. Di bagian Selatan tinggal orang Melayu yang beragama Islam. Meskipun pemilihan umum berjalan de­ngan damai, tetapi di bagian Selatan belum ada satu perbaikan tentang masalah keamanan, seterusnya kedengaran tembak-menembak. Di daerah ini Injil tetap diberitakan, meskipun ada ke­rusuhan yang berdarah. Kel. Nara bersyukur kepada TUHAN atas semua perlindungan di tengah-tengah kekurang­amanan. Mereka membina orang Kristen dan bergaul luas dengan masyarakat se­tem­pat, Pak Nara duduk di warung-warung untuk membicarakan hal rohani dengan orang. Orang senang, kalau ia datang. Juga Ibu Nara mempunyai pergaulan yang luas di antara ibu-ibu.
Timor Leste (1 juta), Ibukota Dili (50 ribu). Agama: Katolik 90%, Kristen 4%, Islam 1%. Sebagian besar orang Katolik lebih yakin dengan roh-roh arwah daripada Allah, mereka biasanya di rumah ada berhala. Tetap ada kete­gang­an politik. Pada tanggal 11 Februari presiden negara ini ditembak dan harus diterbang ke Australia untuk operasi dan pengobatan, pertengahan Maret ia sudah lepas dari RS, tetapi masih perlu terapi. Di kota Dili sering ada kemalingan dan penodongan. Tolong berdoa bahwa negara ini akan terlepas dari para pengacau. Tim WEC sudah membuka pusat pelayanan anak dan pemuda/i, yaitu Esperanca Projekt. Kakak Thelly melayani dalam Esperanca Projekt. Di dalam proyek ini dilayani anak-anak dan pemuda/i. Sangat diperlukan tambahan tenaga yang mempunyai satu beban memberitakan Injil antara mereka yang masih jauh dari Yesus.
Malaysia (27 juta), Ibukota Kuala Lumpur (2,2 juta), agama: Islam 55%, Budhis 29%, Hindu 7%, Kristen 4%, Katolik 3,5%. 61% dari penduduk adalah orang Melayu. Doa­kan Kel. Sim memimpin dua jemaat, Gereja Injili berbahasa Indonesia dan SIB-Petaling Jaya. Doakan pelayanan, agar kedua jemaat terus tumbuh, tambah dan menjadi misioner. Bulan Agustus yang lalu beberapa orang baru dapat dibaptis, ada yang sekarang ini di bawah tekanan. Kel. Pdt. Seken Bangun men­jangkaui orang di Kota San­dakan. Kel. Pabian-Melisa berbeban untuk menjangkau suku-suku terabaikan di V., baru-baru ini mereka bisa berkunjung ke situ. Jika Tuhan berkenan mereka balik bulan Juni, maka sponsor di situ sudah memenuhi syarat. Mereka tetap belajar bahasa V, selain pelayanan.
Asia Tengah
Azerbaijan (8,5 juta), Ibukota Baku (2 juta). Agama Islam (sebagian besar aliran Shia) 80%, Kristen 0,1% (termasuk 7-8000 orang Azari). Dari berita Injil selama tiga minet lewat telepon dan web site ada 20 orang mau mengikuti kursus Alkitab on-line. Baru-baru ini seorang buta minta Injil dalam kaset, sesudah ia mempelajarinya, ia minta bahan Kristen buat kawan-kawan, juga tambahan untuk diri sendiri. Sekarang ini di sekolah buta makin banyak orang yang berminat tentang Injil. Tim tidak boleh masuk sekolah lagi, sekarang ini mereka bertemu di salah satu tempat di luar sekolah. Ada lima anak muda laki-laki yang mempelajari satu web-site dengan Firman TUHAN dan banyak bahan Kristiani lain dalam bahasa Azari, sesudah surat-menyurat lewat e-mail beberapa kali dan sesudah bertemu dengan seorang Kristen mereka sudah terima Yesus sebagai Juruselamat. Dalam upacara tiga tahun “tiga minet lewat telepon” peserta mendengar sekian kesaksian dari para pende­ngar yang diberkati lewat proyek telepon ini. Doakan pelayanan lanjutan di antara orang peminat. Doakan alat komputer dan program khusus yang harus di-up-grade.
Kirghizstan (5,2 juta), Ibukota Bishkek (0,9 juta), agama Islam 78%, Ortodoks 5%, tanpa agama 13%, Kristen 1%, orang Kirghiz asli yang Kristen 5 000 orang. Tahun ini musim dingin lagi dingin betul, malam hari -20° - -30°, siang hari -10° - -20°, libur sekolah diperpanjang, karena ruang kelas meskipun ada pemanas hanya 0°, juga sebagian perusahan diliburkan masalah kedinginan. Sekarang ini sudah musim semi. Di bagian Selatan tinggal cukup banyak orang Uzbeki, Injil diberitakan di antara mereka. Dalam 15 tahun ini 2000 gedung mesjid dibangun, inilah lebih banyak daripada ba­ngunan gedung sekolah. Dari pihak pemerintah orang Injili dianggap bidat. Kel. Pdt. Mex & Josina Gaspersz, WEC: Bapak Mex tetap mengajar komputer dan bahasa Inggris di salah satu sekolah. Persekutuan tetap diadakan secara rutin di sekian desa. Acara ini tidak bisa diadakan secara bersama, karena tekanan oleh masyarakat. Mereka sedang mengurus visa buat anak mereka, Moureen, agar ia bisa meneruskan sekolah di Kanada. Kel. P. Hengkesa, YPPII, memelihara 6 anak asuh dan melayani dalam jemaat Logos. Ibu Pdt. Heidy Tangkere, YPPII, melayani di je­maat Antiokhia di kota Bishkek. Masalah visa: Dari Department Agama ia mendapat izin pelayanan di gereja untuk satu tahun, tetapi dari kementerian luar negeri ia dapat per­panjangan visa hanya sebulan-sebulan.
Uzbekistan (25,3 juta), Ibukota Tashkent (2,2 juta), agama: Islam Sunni 88%, Ortodoks 8%, Kristen 0,3%, yang suku Uzbeki, 10 ribu. Sebagian besar orang Kristen adalah orang Rusia dan Korea, di antara mereka dan orang Kristen Uzbeki ada kecurigaan. Berdoa, agar mereka saling percaya.
Tajikistan (6,3 juta), Ibukota Dushambe (0,6 juta). Agama Islam 89%, tanpa agama 9%, Ortodoks 1,2%. Kristen 0,03%. Gereja kecil yang bertumbuh. Tahun 1992 hanya ada tiga orang percaya, sekarang ini ada ratusan orang percaya di Tajikistan dan di luar negeri. Satu-satunya toko buku Kris­ten di negara dicabut izin operasionalnya. Berdoa, agar pintu toko buku ini dapat dibuka kembali.
Kazakhstan (15,1 juta), Ibukota Astana (0,7 juta), kota Almaty (1,2 juta), Agama Ortodoks 39 %, Is­lam 56%, Kristen 2%. 10 000 orang percaya dari suku Kazakhi dalam 40 jemaat, tahun 1991 masih nol. Dalam negara yang luas ini, masih banyak daerah belum dijamah. Perlu jauh lebih banyak orang Kazakhi siap menjadi perintis jemaat di daeah yang masih kosong. Pemerintah berjanji mau me­melihara HAM. Satu badan P.I. mengirim tiga sekali seminggu SMS-SMS dengan ayat-ayat Firman TUHAN, khusus kepada mahasiswa yang sendirian di uni sebagai orang percaya, juga orang percaya di daerah yang jauh dari jemaat, orang Kristen yang harus bekerja hari Minggu dll. Banyak orang lewat ini dikuatkan dalam iman mereka. Lewat pelayanan mahasiswa Perkan­tas setempat makin ba­nyak mahasiswa mendengar berita hidup, ada yang bertobat dan bertumbuh dalam Kristus.
Turkmenistan (4,9 juta), Ibukota Ashkhabad (0,4 juta), Agama: Islam 92%, Ortodoks 2%, non-agama 5%, dalam sepuluh tahun jumlah orang Kristen Turkmen mulai dari nol menjadi l.k. 500. Presiden baru sudah pernah memberi janji akan diberikan kebebasan dalam negara, tetapi belum ada kenyataan. Berdoalah jemaat-jemaat yang masih muda dapat bertumbuh dalam imam dan jumlah dan dikuatkan oleh Bapak kita di surga, meskipun ada banyak tekanan dan kesusahan.
Asia Utara & Pasifik
Jepang (128 juta), Ibukota Tokio (12 juta), agama: Shinto/Budhis, Kristen 0,4%. Banyak orang Jepang berhubungan dengan Internet, memakai blog dan HP, media ini merupakan satu kesempatan emas untuk menjangkau orang Jepang. Kurang anak lahir. Bapak & Ibu Pdt. Wenny A. Tuegeh merintis pelayanan di antara orang Indonesia dan menggembalakan jemaat bahasa Indonesia.
Korea Utara (23 juta), Ibukota Pyongyang (2,7 juta). Agama: Non-agama 64.3%, yang lain 18%, Animisme 16%, Kristen (secara diam-diam) 1.7%. Semua agama dilarang keras, meskipun dalam UUD dijamin kebebasan percaya. Ada 58 000 patung dari pemimpin negara dan ayahnya yang harus dihormati, malah disembah. Orang Kristen dianggap musuh negara yang harus ditekan.
RRC, (1,3 milyard), Ibukota Beijing (12 juta), Shanghai (13,4 juta), agama: ateis 59,1%, agama-agama tradisional 17%, Budhis 8% (bertambah terus), Animis 2,4%, Islam 2,4%, Katolik 1%, Kristen 9+% (kira-kira 120 juta?). Akhir-akhirnya tekanan terhadap orang Kristen meningkat lagi, di mana-mana ada orang Kristen, khusus pemimpin jemaat, yang ditahan, juga diseret ke pengadilan dan dipenjarakan. Jangan mundur dari doa syafaat buat orang Kristen yang menderita.
Doakan seminar-seminar pelatih guru sekolah minggu. Diharapkan bahwa lewat ini makin banyak pelatih bisa dilatih dan menjadi mampu, agar mereka bisa menyiapkan dan membina guru sekolah minggu di jemaat-jemaat. Anak-anak memerlukan berita Injil dengan jelas dan sejak dini hari. Bahan sekolah minggu masih kurang betul, satu badan P.I. mau impor satu juta bahan pengajaran SM, agar anak-anak dapat pelajaran sesuai umurnya dalam sekolah minggu gerejanya.
Meskipun Alkitab dicetak dalam negara dan juga dibawa oleh kurir dari luar, tetap ada kekurangan Alkitab merupakan satu masalah yang tidak pernah diatasi. Ada jemaat pe­dalaman yang memiliki hanya satu dua kitab Alkitab saja yang mereka saling dipinjamkan di antara mereka.
Orang Uyghur merupakan suku terabaikan, orang Kristen hanya sedikit betul. Satu pemimpin gereja rumah divonis dua tahun kamp kerja, tokonya ditutup, karena dituduh dipakai untuk penginjilan.
Gk sedang belajar Bahasa Mandarin demi rencana pelayanan untuk masa depan. Perlu ketabahan!
Tibet (2,7 juta), Ibukota Lhasa (0,2 juta), Agama: Budhis-Lamais (aliran Bon dengan okultisme), 80%, Kristen 0,2%, Ateis. Suku-suku utama dari rumpun Tibet: Amdo, Khampa dan Lhasa, salah satu sub-grup: Golok. Sejak bulan Maret orang Tibet berdemonstrasi untuk mendapat lebih banyak ke­bebasan. Masalah ini dicoba diselesaikan dengan kekerasan. Doakanlah mereka yang menderita. Injil diberitakan di seluruh daerah antara suku-suku dari rumpun Tibet dan lambat laun orang terbuka untuk mempelajari kebenaran surgawi dan akhirnya mengikuti jalan benar. Injil merupakan terang dari surga yang akan mengatasi kuasa gelap yang di mana-mana merajalela.
Hong Kong (6,9 juta), Agama: agama China 67%, tanpa agama 18%, Kristen 10%, Moslem 1,5%. Kel. Pdt. Arys Illu, YPPII, GMKIH, pelayanan perintisan, penggembalaan dan penginjilan (metode EE) di Hong Kong. Di kelas pemuridan yang baru mengikuti 6 saudara. Untuk pelayanan perintisan di Macau masih diperlukan seorang pelayan tambahan. Kel. Pdt. Johan K., dan Kel. Murdianto, CTN, melayani Gereja Misi Indonesia Hong Kong (GMIH), http://www.gmih.org/. Jemaat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Sudah disewa ruangan lebih besar (150 tempat duduk), jemaat mau berbakti tanpa didesak-desakkan. The Fifth Indonesian Cross Cultural Conference (ICCC) diese­leng­garakan pada tanggal 8-11 Juli 2008 di Hong Kong. Info: iccc@gmih.org. Tolong doakan panita.
Fiji (0,9 juta), Ibukota Suva (80 ribu), agama: Kristen 43%, Katolik 11%, Hindu 38%, Islam (Sunni dan Shia) 7,5%, bidat 2%. Bahasa resmi: Inggris, Fiji, Hindustani. Orang Fiji asli biasanya Kristen (97,2%). Sangat di­per­lukan satu pelayanan yang meluas di antara orang keturunan India (Hindu 70,7%, Islam 17,9%) dan juga ada yang berasal dari China. Doakanlah perintisan Injil di negara ini.
Australia (19 juta): Suku bangsa: Eropa 93%, Asia 5%, Aborigin 1,5%. Meskipun menyatakan 68% dari penduduk sebagai Kristen, tetapi sebagian besar mengikuti sekularisme dan mencari uang. Kel. Pdt. Salomo Bangun, (YPPII, Gereja Indonesia Darwin): Penggembalaan dan perintisan di tengah orang Indonesia dan di antara orang dari suku-suku bangsa lain, termasuk orang Aborigin setempat.

Negara-negara lain
Gerakan doa syafaat dari “Gerakan Ethnê ke Ethnê” buat suku-suku terabaikan di
Amerika dan Karibik, pada bulan Mei 08. Info: ethne@ethne.net - www.ethne.net.
Meksiko: (108 juta), Ibukota Mexico City (23 juta), agama: Katolik 90%, Kristen 7%. Bapak Pieter dan Ibu Marni Tarigan, YPPII, tinggal di Juxtlahuaca, Oaxaca dan melayani suku Triqui. Sedang orang setempat disiapkan untuk pembaptisan yang direncanakan untuk bulan April. Persekutuan di rumah sudah berjalan lebih dari satu tahun. Mereka bersyukur, bahwa ada beberapa keluarga setempat membantu mereka. Tetap ada masalah yang serius dengan visa mereka, tolong doakan.
Brasil: (174 juta), Agama: Katolik 70%, Protestant 15,7%. Gereja Katolik dalam krisis, Brasil membanggakan diri sebagai negara Katolik yang besar, tetapi hanya 13% anggota Katolik ikut kebaktian, hanya terdaftar saja. Setahun 600,000 anggota Katolik pindah ke gereja Injili atau ke spiritisme. Berdoalah bahwa Alkitab dan kebenaran membentuk orang Katolik dalam kehidupannya.
Ibu Margaretha N. Adiwardana me­megang AME, Bapak Isak Hattu membantu AME dalam pelayanan. Pdt. Suadi Adiwardana meng­gem­balakan gereja Indonesia di kota São Paulo.
Suriname: (450 000), Kel. Pdt. Suryanto Tasman melayani di jemaat PUAS (Paguyupan Urip Anyar Suri­na­me) di antara keturunan orang Jawa. Ada perintisan baru di daerah Kampon Kecil.
KM LOGOS II sudah mulai dengan pelayanan di pulau-pulau Karibik. Penduduk di situ haus li­teratur, tetapi sulit mendapatnya. KM LOGOS II melayani di Nassau, Bahamas, s/d 3.4., Georgetown, Cayman Islands 6.-10.4, Monego Bay, Jamaika 11.-28.4., Basseterre, Saint Kitts and Nevis, 2.-7.5., St. Johns, Antigua and Barbuda, 8.-20.5., Castries, Saint Lucia, 21.5.-3.6., Bridgetown, Barbados, 4.-17. KM LOGOS II akan selama enam bulan di pulau-pulau Karibik. Kapal ini dibanjiri oleh anak-anak sekolah.
K.M. DOULOS mengunjungi Port Moresby, Papua Nugini s/d 17.4., Port Vila, Vanatu 23.-29.4., Lautoka, Fiji 2.-14.5., Suva, Fiji 15.5.-4.6., Auckland, Zelandia Baru 9.6.-1.7. Tahun 2007 lebih dari satu juta orang mengunjungi pameran buku di atas kapal. David Hing­koil, dan Ershinta, O.M. Indonesia, me­layani di atas kapal dan meng­ambil bagian dalam pelayanan di pelabuhan-pelabuhan. Di Pa­pua Nugini banyak penduduk hanya Kristen KTP yang masih terikat dengan adat istiadat nenek moyang menyembah jimat-jimat dan kuasa gelap. Tuhan berikan kesempatan bagi tim DOULOS untuk melayani di rumah sakit, mereka membuat drama, dan bagi­kan kesaksian dan berdoa untuk mereka yang sakit. Puji Tuhan atas kesempatan yang Tuhan berikan, karena banyak pengunjung RS sedang mengunjungi keluarganya yang sakit. Mereka semua ditantang membuka hati terhadap Tuhan.

Seluruh dunia
INTERNET: Di seluruh dunia ada 1,1 milyard orang yang memakai e-mail dan INTERNET: Di China (210 juta pemakai, 50 juta memakai broadband), India (60 juta pemakai), Rusia (25 juta pemakai), Timur Tengah & Afrika Utara (19 juta pemakai), Indonesia (18 juta pemakai), Vietnam (18 juta pemakai), Pili­pina (14 juta pemakai). Mereka semua me­makai INTERNET untuk mendapat infor­masi terkini, termasuk Firman TUHAN. Dalam bahasa Inggris ada satu handbook misi on-line: Mis­siopedia: www.momentum-mag.org/wiki/. Siapa saja boleh ikut memberi penulisan­nya. Bacalah!
Tahun ini Hari INTERNET Penginjilan pada 27 APRIL, info: http://ied.gospelcom.net/index.php.
Tidak hanya AIDS menjadi pembunuh besar, juga merokok mengakibatkan orang menjadi sakit keras dan mati sebelum waktunya. Setiap tahun 3-4 juta orang meninggal dunia karena merokok.
Masih ada 6 000 suku terabaikan. Satu jejaring doa mendoakan suku-suku ter­abai­kan sedunia. Info: ethne@ethne.net, www.ethne.net, gcni.org/pray40/resources/bulletinserts.html.
Orang Kristen Afrika dari 22 negara sudah ber­kumpul selama 40 jam di Pretoria/Afrika Selatan untuk mendoakan semua suku bangsa sedunia terabaikan pada tanggal 15 -17 Februari 2008.
Hari Pentakosta, tanggal 11 Mai, lagi diadakan hari doa buat dunia. Di seluruh dunia orang Kristen dalam pertemuan besar dan kecil untuk bersyfaat buat semua suku bangsa dalam dunia ini. Info Website ini: http://www.globaldayofprayer.com/1day.php, e-mail Indonesia: npc_2005@yahoo.com.

Dukungan Misi dalam negeri
Berdoalah, bahwa dari Indonesia jauh lebih banyak misionaris dipanggil dan bisa diutus; dan jumlah persekutuan doa misi meningkat yang didirikan khu­sus mendoakan pelayanan di luar ne­geri antara suku-suku terabaikan dan para misionaris yang melayani di antara mereka.
Semua berita, fakta, dan informasi dalam buletin ini merupakan po­kok-pokok doa dan pokok syukur, meskipun hanya sekali-kali disebut­kan berdoalah! Pakailah janji-janji Firman TUHAN dalam doa syafaat. Berdoalah dengan keyakinan. Siapa memerlukan pe­tun­juk tentang doa syafaat buat suku-suku terabaikan dapat me­nulis kepada PD Timotius, kami akan mengirimnya.
Fifth Indonesian Cross Cultural Conference (ICCC) diselenggarakan pada tanggal 8-11 Juli 2008 di Hongkong. Peserta: yang berbeban untuk pelayanan lintas budaya di antara suku-suku terabaikan dan orang-orang yang berdoa buat misi. Info: Di Indonesia: Pendeta Hendra Gunawan - email: hendra@iccm-hg.org atau hendra_gunawan_bestari@hotmail.com; yang lain: iccc@gmih.org.
Pokok doa tentang pelayanan di suku-suku terabaikan di berbagai daerah dunia bisa mendapat lewat “Global Prayer Digest”, ada edisi e-mail: subscriptions@global-prayer-digest.org, gratis.
Tolong doakan mereka yang sudah dipanggil TUHAN, dan yang sudah siap menjadi misionaris di antara suku-suku terabaikan. Mintalah bahwa jemaat-jemaat mau men­dukung (1 Tawarikh 29:9-14), mendoakan (Kolose 4:3), dan mengutus para misionaris (Kisah Para Rasul 13:1-3) dengan sukacita!
O.M. Indonesia (Obor Mitra, Operation Mobilisation) tetap mencari orang yang siap diutus ke ladang TUHAN di dunia ini dan di kapal P.I.nya. Koordinator: Kel. Pdt. Bagus Surjantoro. Alamat surat: PO Box i-195 UKSW, Salatiga 50711A, Tel/Fax: 0298-322843, e-mail: bagus@linkmail.org.
Badan Pengutus Lintas Budaya (BPLB) mengutus tenaga P.I. untuk perintisan baru di Asia Timur. Alamat: P.O. Box 2559, Jakarta 10025, Tel.: 021-426 4459, e-mail: .
Sending WEC INDONESIA siap mengutus para misionaris ke suku-suku terabaikan di negara-negara lain, supaya jemaat baru da­pat dirintis antara mereka. Setiap dua bulan diter­bitkan majalah misi Terang Lintas Budaya dengan berita yang menarik dan informasi yang luas dari ladang penginjilan di luar negeri. Di samping ini ada surat doa misi bahasa Indonesia, Inggris, dan Jerman dalam bentuk cetak dan e-mail. Majalah misi, kartu doa, brosur “Siapakah Sending WEC Indo­nesia”, dan surat-surat doa bisa dipesan: Sending WEC Indonesia, Kotak Pos 217 WR, Sidoarjo 61256, Tel.: 031-8531343, HP: 0815-5511750, E-mail: indosb@linkmail.org. Website: www.wecindonesia.org. Doa­kan pe­mim­pin Pdt. Max dan Pdt. Desta Ay, staf kantor, dan mereka yang mau meng­gabung­kan diri de­ngan tim WEC International dalam pelayanan perintisan jemaat baru di luar negeri.
K dan O: Selama libur mereka bisa mengunjungi beberapa kontak dari suku fokus, tetapi karena banyak salju ada berbagai kesulitan. Ada beberapa orang fokus yang dijamah oleh kuasa dari atas.
Ibu Pdt. Me­li P.: Visanya berlaku sampai Juli 2008, perlu visa kerja baru. Ia sudah pindah ke Dw, tempat yang lebih tinggi di pegunungan. Ia sudah mulai belajar bahasa Gl., yang dipakai di situ.
Ibu Yenny H. sudah selesaikan studi lanjutan da­lam bi­dang konseling di Amerika, wisudanya pada tanggal 1-2 Mei 2008. Dia perlu tempat praktek di luar kampus selama satu tahun. Ia akan mengikuti seminar “Crisis Care givers Training International (CCTI)” pada tanggal 14-17 Mei. Rencana kembali ke Indonesia April 2009 dan berangkat ke tempat pelayanan sesudahnya.
Buletin Pokok Doa Timotius ini bisa dipesan di alamat PD Timotius, PO Box 12 IKIP, Malang 65145. Buletin edisi e-mail bisa dipesan: immanuel-d@web.de. Buletin ini boleh diphotocopy/diper­banyak, agar semua peserta Persekutuan Doa Misi mendapat satu exem­plar, ini menolong dalam doa, kalau pokok doa ada secara tertulis di tangan para pendoa. Bahan ini boleh dikutip di warta gereja, di buletin doa lain dsbg, khusus buat pendoa lain. Kami menghargai semua dukungan doa buat kami.
Kiranya TUHAN menguatkan dan memberkati Bapak/Ibu/Saudara/i dalam semua tugas.

PD Timotius

Rabu, 19 Maret 2008

PRAYING FOR AMERICA

Asher Intrater is a Jewish believer in Jesus Christ, serving the Messiah in Israel . Asher's perspectives and insights are highly valued in Israel and beyond. He is also personal friend of Pastor Frangipane. Francis has asked us to pass on this urgent prayer request for Israel .
www.revive-israel.org
Praying For America
by Asher Intrater
(En Español)
Israeli press briefly covered the story of Barak Obama's pastor, Jeremiah Wright of Trinity United Church of Christ, preaching a sermon in which he repeatedly shouted, "God damn America , God damn America !" (There is no word in Hebrew for "damn" and the statement had to be translated as "God curse America ".)
It is not my purpose in this article to deal with the political implications of his connections with Obama, nor with the theological issues of "liberation theology," nor even from the question of Obama's personal faith – as he openly professed that he "found Christ" in that church. I would like to approach it from a perspective of prayer: the need for us to be PRAYING FOR America.
The Jewish people were commanded to pray FOR the nation of Babel ( Iraq ) when they lived there in exile in the 6th century BC – Jeremiah 29 . All Christians are called to pray FOR those in authority – I Timothy 2 .
Jeremiah 29:7
Seek the peace of the city where I have caused you be carried away captive, and pray to the Lord for it: for in its peace you will have peace.
No doubt it was difficult for the Israelites in Babel to pray for the nation they felt had abused them. Yet in their generation, Babel was the world leader, just as America is the world leader today. Although it seemed to them paradoxical, praying for Babel 's well being would result in their well being. So today, America 's well-being is still beneficial for most Christians, Jews, and suppressed peoples around the world.
It is easy to feel resentful against America , even for those who live there. The entertainment industry has spread sexual immorality and licentiousness; the people are often over-fed, comfort-worshiping, and self-indulgent. And yet, would you really want a world without America ?
America is the only nation that has made a clear stance against Islamic Jihad. It is the only nation that has consistently supported Israel in the U.N. It is the nation which has produced most of the biblical and faith-based literature that is available. It is the nation with the best form of elections, court systems, and law making in the world. (On Friday, Iran held national elections in which all of the candidates who stood for reform against Ahmadinejad's regime were disqualified before the voting began.). America guarantees civil rights and freedom of religious expression more than any nation.
Over the last six months the U.S. dollar has fallen almost 25% on the international market. The majority of Christian charitable organizations, as well as evangelistic missions, receive their financing through the dollar. That means this year all those ministries have effectively lost 25% of their support base.
While most true believers in Yeshua (Jesus) would never voice such harsh statements as Reverend Wright, the spirit of revenge and resentment against America has had a subtle influence on many. Much so called "prayer" or "prophecies" concerning America have been nothing more than complaining and accusations before the throne of God. The result has been an inadvertent cursing of the nation and its leadership. Others have had their prayers simply neutralized, figuring it is just best not to pray for America at all.
I believe it is urgent to pray for America right now. Here are a few key pointers:
1. Moral repentance – May there be a sweep of revival across America, resulting in a sincere turning to God, integrity in government and business, a breaking of the spirits of Jezebel, rebellion and lust, a flourishing of true communities of faith.
2. Politics – May godly and righteous people be elected for the presidency, the Congress, the Senate, governors, mayors and judgeships in this year's election in November 2008. May President Bush have an effective and fruitful last year in office.
3. Economy – May the dollar stabilize and rise again on the international market, and may all the charitable and missionary organizations have their budgets met. May godly men and women arise to prosper in the business world.
4. Military – May there be a clear victory in Iraq, with the international terrorist forces being broken and scattered, with a stable and just government coalition of local Iraqis arising to run the country, and with the return of American troops. (And I personally would hope for Bin Laden to be captured or removed approximately 60 days before the elections in America .)
5. Israel – May the U.S. continue to be a loyal friend to Israel in these End Times. (The Israeli papers were quick to note that Wright's "damning" of America was partially connected to America 's support of the State of Israel.)
Note: President Bush and other world leaders will be in Jerusalem for the celebration of Israel 's 60th anniversary at the same time as the Global Day of Prayer and "The Call, Jerusalem " scheduled for May 11. (In fact, they will be meeting immediately after us in the same auditorium at the Jerusalem Convention Center .) Perhaps you should plan to come take part in this sacred assembly, or at least take the day to fast and pray together with us.

Sabtu, 15 Maret 2008

PRAY FOR BURN AGAIN CONFERENCE 2008

Dear Friends
One more month to 9th April Burn Again Conference,
please join us in these prayers:
That God may call together the believers and ministers who need this season of refreshing
That God may remove all obstacles ( spiritual, communication, financial, personal, organizational & governmental) that seeks to stand in
the way of those called to come together
That God may bless all our speakers as they seek Him for His Word for such a time & people like this. In addition to Pr Reggie, Sam
Surendran, Fernando Brito, Christopher K, we are also inroducing Bro Jonah Lee , and possibly Bro Daniel & Lloyd from the UK .
For all involved in the areas of the venue, accomodation, travel & transport, food, programme, admin, finance etc
For some volunteers needed in the first week of April to assist in final preparations

Thank you 4 praying.

Abraham & Irene Gan

Kamis, 13 Maret 2008

URGENT PRAYER REQUEST FOR ISRAEL

Asher Intrater is a highly respected voice in Israel and beyond. He is also personal friend of Pastor Frangipane. Asher is a Jewish believer in Jesus, the Messiah. Francis has asked us to pass on this urgent prayer request for Israel .


Urgent Prayer Request for Israel
Increased Military Action in Gaza
by Asher Intrater
(En Español)
Almost three years ago, Israel pulled out all of its citizens (9,000) who were living in homes in settlements in Gaza , as well as all of its military units. Shortly after that the Hamas movement took over the government of Gaza . Since that time, to the disappointment of Israel , the Hamas government has continued terrorist actions and Jihadist propaganda against Israel .
Last Wednesday, 27 of February, Hamas began increasing missile attacks on Israel . In the five days from Wednesday to Sunday, until the time of this writing, 183 missiles were shot from Gaza into Israel, including 20 Grad missiles, several of which even reached the city of Ashkelon (population: 120,000).
Israel was faced with a dilemma. We could not just let the attacks continue. No country in the world would allow another country to fire missiles into its population centers. Yet to reoccupy all of Gaza would lead to a much larger number of casualties and to a nearly impossible situation to control afterward. The government decided on a firm, but moderate operation into Gaza to deter the rocket attacks.
In the middle of the night between Friday and Saturday, the Givati division of the IDF entered Gaza , primarily to the area of Gibaleah, opposite the Israeli town of Sederot , which received most of the rocket attacks. The Israeli attacks were aimed at destroying the following targets: 1.) Hamas headquarters and leaders, 2.) weapons warehouses, 3.) missile firing sites, 4.) trucks carrying weapons, 5.) Hamas active military units.
One of the difficulties in the fighting is that Hamas purposefully fires its missiles toward Israeli population centers, and locates its own weapons units in the midst of their own Palestinian population. Hamas propaganda blames Israel for atrocities and at the same time, calls for its own civilians to assembly and stand in as "human shields" in areas that are likely to be military targets.
In one instance, Israel blew up a truck with 160 missiles in it, located in a populated neighborhood of Gibaleah. In the recent fighting, hundreds have been injured on both sides, thousands struck with "shock" from the bombings. Militarily, of course, the Palestinians have suffered much greater losses; 3 Israelis have been killed and approximately 100 Palestinians. Gazan civilian conditions are tragic.
Israel's military goals are to use force to stop the terror and the bombings, yet to do all that is reasonably possible not to injure innocent civilians.
In our congregation on Shabbat, we dedicated a good period of time to interceding for the situation. Prayers ranged from military victory for Israel to mercy for the Palestinians. Interestingly, some of the prayers offered for mercy for the Palestinians came from young Israelis with first hand battle experience; while some of the prayers for decisive Israeli victory over the terrorism came from Israelis with much experience in helping and supporting Palestinians.
The warfare here ranges from military issues to spiritual ones, and can be quite complicated. Here are a few discernments to help us sort out the issues:
1. Arabs (Palestinians) - are a people group that God loves like all people; and we love them as well. We pray for their salvation, support humanitarian and evangelistic efforts, and demonstrate reconciliation with Palestinian Christians.
2. Islam - is a religion based on the teaching of Muhammed and his followers. We believe that to be false teaching. Islam as a religion must be dealt with by correct biblical teaching and education.
3. Jihad - is an attitude within Islam that calls for destruction of western civilization and of Israel in order to achieve its goals of Islamic takeover. It comes from a demonic spirit, in my opinion, that is connected to what the book of Revelation refers to as the "beast".
4. Terror - is a method of killing innocent victims to create an atmosphere of fear in order to influence people toward political or religious goals. Terror was at first a kind of criminal activity, but has increased over the years to a full military offensive. Terrorism must be fought with strong and decisive police and military action.
5. Hamas - is an extremist Islamic organization, that has now become the head of the government of Gaza . Their election, putting them in the place of representing the people of Gaza , has made the situation more difficult. Since their coming into power, they have encouraged not only hatred to Israel but persecution of the small evangelical Christian community that was left in Gaza .
There are many Messianic Jews in the Israeli army, several from our congregation. We pray for their safety. Just this evening I received a report of a pastor's son who was shot in the calf, but the bullet went straight through without causing major damage.
How are we to pray?
- For the Israeli army to destroy terrorist infrastructure,
- For as few as possible Gazans to be hurt, and humanitarian aid   given to them
- For the gospel to go forth to the Arab people and rescue them from   the lies of Islam,
- For the demonic spirits behind the Jihad mentality to be bound and   divided,
- For the refuting of anti-Semitic and anti-Israel propaganda,
- For the Holy Spirit to guide the Messianic believers within the army,
- For the downfall of the Hamas and other organizations like them,
- For the gospel to go forth to the Jewish people,
- For the testimony of reconciliation between Israeli Messianics and   Palestinian Christians to increase
Note 1: Why and Why?
Since the Israeli pull out of Gaza , Hamas continues to incite terrorism. They say they are fighting the "occupation". How can they say that when Israel has removed all of its forces? - Because by "occupation", they mean the very existence of the state of Israel . They are fighting for the elimination of our people.
Since Israel has a stronger military force, why don't they just go in and wipe out the enemy forces in Gaza ? They could do this easily. The answer is that, despite international propaganda, the Israeli people and government do not want to see innocent people killed. They are holding back their power for humanitarian reasons.
Note 2: Military force and the Gospel
Many Christians are confused by the call of reconciliation in the gospels with the need to use military force at times. There is no contradiction. Police and military are ministers, just as pastors and evangelists ( Romans 13:4 ). We should never use force against anyone who rejects our message or our ministry. That is the wrong spirit of vengeance that Yeshua addressed in Samaria ( Luke 9:55 ). In fact, that is the problem with Jihad: they use violence to force people to accept their religious views.
When people reject us, we respond with love, blessing in return. We do not reject Arabs for being Arabs - God forbid, that would be racism. We do not use force on Muslims because they are Muslims. We use force on criminals, murderers, terrorists and tyrants - whatever their religious or ethnic background. We do not use force against people for spiritual goals; we use force when they break the law. In that respect we treat terrorists as we would any form of organized crime or despotism

ACCEPTING OUR JUDAS

Accepting our Judas’
By Eddie Smith
 
Do you have a Judas in your life? Have you had a Judas, a friend who betrayed you? Almost all of us have been betrayed at one time or another by someone we trusted. Jesus had his, and we can rest assured that we will have ours. (See Hebrews 2:18.)
 
Jesus was tempted as we are. He suffered and we should expect to suffer with him. “If we suffer, we shall also reign with him” (2 Timothy 2:12). Why are we betrayed from time to time?
 
We suffer betrayal in order to prove that our faith is genuine.
 
What is faith? Faith is not trusting in people, who we can see. Faith is “the evidence of things not seen” . . . God! Faith is trust in God alone. Read what Peter says. He understood betrayal.
 
“In this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials. These have come so that your faith—of greater worth than gold, which perishes even though refined by fire—may be proved genuine and may result in praise, glory and honor when Christ Jesus is revealed” (1 Peter 1:6-7).
 
So Peter teaches us in this passage that fiery trials refine and purify our faith. To learn more about how God uses trials to purify our lives, read our book The Advocates: How to Plead the Case of Others in Prayer. (Available online at: www.prayerbookstore.com)
 
Our suffering is to result in praise, glory and honor to God.
 
It is, after all, the broken vessel that releases the precious perfume. If we have no trials, then we have no triumphs. The trials of life provide us with the opportunity to be overcomers. The outside world is unimpressed when we react like they would to suffering. But when we sincerely glorify God in the midst of adversity and pain, then the unredeemed take notice.
 
We are tested in order that we might develop perseverance and spiritual maturity.
 
“Consider it pure joy, my brothers, whenever you face trials of many kinds, because you know that the testing of your faith develops perseverance. Perseverance must finish its work so that you may become mature and complete, not lacking anything” (James 1:2-4).
 
So how should we respond when we are betrayed? Peter and James tell us to rejoice. In order to rejoice, we must have the long-term view and not the short-term view of life. Let’s consider how Jesus dealt with his Judas.
 
1. When Jesus was betrayed, he didn't let his immediate pain distract him from his ultimate purpose.
 
His first concern was for the purposes of God. He took no thought of himself. In one sense, Jesus had effectively died in the Garden of Gethsemane when he surrendered his will to the will of the Father.
 
His death to self, through total commitment to the purposes of the Father, no doubt lessened the pain of his betrayal. And so will ours. Dying to self is a powerful weapon against Satan. (See Revelation 12:11.)
 
2. Jesus’ second concern was for his betrayer, Judas.
 
Even as Judas betrayed him, amazingly Jesus called Judas his friend (Matthew 26:50). Even when we betray Jesus, he still calls us his friends.
 
In some cases of wounded or broken relationships reconciliation is possible. In other cases, as it was with Jesus and Judas, reconciliation isn’t possible. But God’s grace to cope is still available to prevent our harboring unforgiveness, resentment and bitterness.
 
The test: Can a person who has betrayed me, and neither sought nor been willing to accept reconciliation, continue to be my friend? The answer should be yes. Is it easy to do this? No, but the most noble victories are achieved by behaving as Christ would behave.
 
3. Jesus’ third concern was for the High Priest’s servant.
 
Following his betrayal, unlike so many, Jesus didn't drop out of the ministry. He was still Jesus, the healer. At a time when he could have been bitter with his betrayer and angry at the prospects of his pending brutal death, Jesus compassionately stopped and restored the ear that an enraged Simon Peter had severed with a sword. (Luke 22:50-51; John 18:10) Unfortunately, in contrast, we have seen countless ministers who after being betrayed by those they loved, drop completely out of the ministry because of their pain.
 
It may be extremely difficult, but even while experiencing betrayal by someone we love, we can exercise genuine forgiveness and compassion. This is possible only when we are filled with the Holy Spirit.
 
How could Jesus act with such selflessness? He was able to do so because he wasn’t trusting Judas. Jesus’ trust was in his Father. In death, many of his closest friends abandoned him. Yet, he even loved his executioners while trusting God alone.
 
Right now, pause and thank God for your Judas.
 
You may be thinking, “Are you crazy?” The truth is this: Like Jesus, each of us needs a Judas to help us get to our cross—the cross on which we die to self. (See Matthew 16:24; Romans 6:11; Galatians 2:20.)
 
For as we die to self, then the resurrected Christ can reign in us. When Christ reigns in us, our relationships with others will be built with the tempered mortar of love.
------------------------------------
 

Rabu, 05 Maret 2008

EXERCISING AUTHORITY


Exercising Authority
By Alice Smith

First thing let me mention--today is my birthday. Yeah, getting older isn't always so much fun, but it's better than the other option!! I am 57 years old today.

I have always been a warrior. When I was a teenager, my friends nicknamed me Bulldog. Just as a bulldog will grab and hold the pants leg of its victim, I will take a prayer issue and hang on to it until I see something happen. However, untrained and undisciplined warriors can be a danger to themselves and to others--as I was during my earlier years.

In the 1980s, I began to research the history of the city in which we live. It soon became clear to me the nature of the spiritual darkness we were facing. My heart burned in prayer for Houston, America's fourth largest city. With the tenacity of a bulldog I sought the Lord, intent on finding out what territorial spirits held our city in their grip. Daily I begged the Lord for insight.

One winter morning during prayer, I felt the Lord speak to me about my city's spiritual condition. I sensed that He was telling me the names of the demonic princes that are the "puppet masters" assigned to carry out Satan's bidding. They rule in the affairs of men through wicked and deceived leaders.

Arrogantly (although I didn't realize it at the time), I began to bark at the principalities that hindered our city. From my prayer closet I zealously attacked them in fervent warfare.

"In the name of Jesus, you spirit of _______, I command you to get out of Houston. We don't want you here. I stand against your every scheme to steal, kill and destroy."

After several weeks of ranting and raving against these workers of darkness, their counterattack came against me like a nuclear blast. I came within 10 hours of dying from peritonitis of the spleen and liver. That's not all. Eddie and I had six major surgeries in 14 months, and three of them weren't covered by insurance. Our savings were depleted and we were on the brink of losing our home. With a growing family, a new baby, and a young church that had just lost its first pastor, I was in a terrible place. To the demons' delight, the church was struggling, our family was struggling, and I was struggling.

"And it came to pass," found 446 times in the Bible, is one of my favorite portions of Scripture! Thankfully, painful times do pass, and eventually the dust settled around us. I had believed that all of this persecution from the powers of darkness had come because I was such a godly person. Boy, was I wrong!

One morning, I was praying about all that we had experienced. The Lord spoke so clearly to my heart that I can almost hear the echo of His voice to this day. He said to me, "Alice, I told you the names of the spirits over Houston, but you never asked Me what you were to do with the revelation." I could hardly believe it! Now I know--diagnosis doesn't necessarily mean assignment! Knowing what is wrong, and being told to correct it, are two completely different issues.

Has Christ given us authority to deal with the enemy? Absolutely, He has! But the authority given to us is ambassadorial, not carte blanche. We are not called to be spiritual Rambos--an army of one. We are called to be disciplined warriors who explicitly follow the orders of our Commander-in-Chief and the Lord of Hosts--the Lord Jesus Christ. Our Lord's timing and assignment to the battle are critical. To engage the enemy without His direction is presumptuous at best. With the best of intentions, but with arrogance and pride, I found myself fighting for my life in a battle I had picked on my own. I repented to the Lord and then to Eddie. It was a costly lesson but one I will never forget.

My preacher husband often says, "We have two teachers in life: mentors and mistakes. We choose whether we will learn from our mistakes or from our mentors." I trust I am your mentor today. Please take this issue to heart and learn from this bulldog!

Selasa, 04 Maret 2008

CASTING OUT DEMONS


Casting Out Demons
By Alice Smith

The plane trip from the States to South Africa had been long and tiring. With
only a few hours to rest, I would be the first speaker at the meetings to be held in a large, racially diverse Cape Town church. When I walked into the packed auditorium, the assembly was completely caught up in worship. As I waited my turn, I bowed my head and asked the Lord to use me to touch these Christians. Later, when I gave the altar call, many came forward for personal ministry. Despite my exhaustion that night, I knew the Lord was my strength.

One pretty Polynesian girl came to the altar and stood rigid with fear. Then, as I approached her, she hissed at me, and the calm atmosphere immediately changed. Without warning, the demonized girl, flung herself to the floor and shouted, "The strongmen say for you to leave!" "We've had her for a long time, get away now! Leave us alone." The spirits
furious at being uncovered growled from inside her.

After casting out demons for thirty-five years, I knew this wild-eyed girl was indwelt with a spirit of witchcraft. I immediately bound the strongman, and then commanded the demons attached to the strongman to leave. As they resisted, she glared at me, coughing and hissing; but the spirits knew they couldn't continue to victimize her. With calm authority, I continued the ministry of deliverance until she was set free. Finally, she peacefully relaxed on the floor. Following the intense warfare between demonic and divine
power, she tenderly wept, praising God for her new freedom.

Yes, this really happens in the twenty-first century. Satan's goal is to steal God's Word from your heart, kill any desire you have to worship or obey Him, and to destroy you. (See John 10:10.) Do you realize that Satan promises the best but pays with the worst; promises honor and pays with disgrace; promises pleasure and pays with pain; promises profit and pays with loss; promises life and pays with death?

Deliverance from demonic spirits is a significant ministry taught in the New Testament and practiced by Jesus and His disciples. Yet it is almost entirely missing in the church today. Many Christians either ignore or reason away the need for deliverance. Nevertheless, this is a clear command from Jesus to us, the church--that where they are present, "drive out demons" (Matt. 10:8; Mark 16:17). Deliverance ministry, therefore, involves

• breaking demonic plans and curses,
• casting out demons, and
• releasing an individual from demonic oppression and influence."
Is the ministry of deliverance for a specialized few or is it the responsibility of us all? Mark 16:17 says, "And these signs shall follow them that believe. 'In my name shall they cast out devils; they shall speak with new tongues.'" The question isn't whether this ministry is valid and necessary, but
rather,how do we apply it, and to whom? Power ministry should be one of a true Christian's credentials, and yet sadly we have delegated deliverance to a "specialized" few. Christians need to be equipped with the credentials to do the works of Jesus, whether for yourself or for others.

Are we to cast devils out of a lost person only? Not at all. Jesus said in that case the house will be empty and their estate will be far worse than the start. (Matt. 12:44-45.)

Some say, "'When God saves us, he draws a bloodline around us over which demons can't pass." True, there is a bloodline, but this is drawn around our spirit; a Christian's soul (mind, will, emotions) and body can still be susceptible to demonic power where any door to darkness hasn't been closed (see chapter 4). This is one reason we believers are not to "give
place to the devil." (See Eph. 4:27.) Though we belong to God, if we refuse or fail to take responsibility for, and authority over our lives, Satan will still have an entry point to attack and torment us. Our churches are filled with
tormented people who are saved, yet not free. They are living lives as victims, not overcomers.
------------------------------------