Rabu, 21 Juni 2017

MINORITAS DI INDIA

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- SABTU, 3 JUNI 2017

MINORITAS DI INDIA

Sahil tergetar hatinya saat menerima sebuah buku berjudul "Kata-Kata Cinta” dari stasiun radio kesayangannya di India. Buku tersebut memperkenalkan kepadanya gagasan tentang kasih dan pengampunan Tuhan. Tak lama setelah itu, ia berjumpa Abdul, seorang pengikut Isa (Yesus) yang menceritakan lebih banyak lagi tentang kabar baik dari Tuhan Yesus. Sejak hari itu, kehidupan Sahil berubah untuk selamanya. Dengan senang hati, ia menyambut perkataan Yesus dan menerima keselamatan yang dari pada-Nya.

Sahil pulang ke rumah dan menceritakan kepada keluarganya tentang apa yang telah ia pelajari, dengan harapan mereka turut merasa bersukacita seperti yang dirasakannya. Akan tetapi, ayahnya mengatakan kepadanya bahwa pengajaran ini bukan untuk orang Muslim. Sahil tidak sependapat, maka ia diusir dari keluarga. Ia tinggal bersama seorang teman selama beberapa tahun dan mulai membagikan apa yang ia pelajari tentang Isa kepada orang Muslim lainnya.

Empat belas tahun kemudian, Sahil masih terus berbicara tentang Yesus kepada orang-orang Muslim India lainnya dan ia melihat bahwa mereka sangat terbuka hatinya, seperti yang dulu ia alami. Namun, hanya sedikit orang yang bersedia untuk menjalin hubungan sosial dengan komunitas Muslim di India. Banyak orang Hindu, Kristen, dan kelompok agama lain curiga terhadap orang Muslim di India meskipun mereka merupakan kelompok agama terbesar kedua di negara itu dan populasi Muslim terbesar ketiga di dunia!

Bagi Sahil, merupakan sesuatu yang menyakitkan hati jika banyak orang Kristen menghindar untuk bekerja bersama dengan orang Muslim di India. Dia menyayangkan, "... hanya jika orang Kristen bersedia meluangkan waktu untuk mengenal orang Muslim, mereka akan menemukan bahwa ternyata kaum Muslim itu adalah orang-orang yang ramah dan murah hati."

Sahil bertanya-bertanya apakah kesalahpahaman tentang Islam menjadi penyebab ketakutan: "Sebagian orang menganggap bahwa kebanyakan pria Muslim India memiliki lebih dari satu istri, tetapi kebanyakan keluarga Muslim tidak melakukan poligami," kata Sahil. "Mereka sama seperti setiap keluarga lainnya di India. Kepedulian atau keprihatinan mereka sama seperti kepedulian atau keprihatinan semua orang.”

Meskipun sangat beragam dalam hal etnis, bahasa dan praktek keislaman mereka tetapi kaum Muslim di India sangat loyal terhadap apa yang menjadi bagian identitas mereka. ”Bagi orang Muslim di India, Islam adalah agama mereka. tetapi Muslim adalah jati diri mereka sebagai sebuah komunitas,” kata Sahil. Hal ini dapat menjadi sebuah tantangan bagi mereka yang ingin belajar tentang bagaimana menjadi pengikut Yesus.

Mari kita berdoa:

- Supaya ada lebih banyak lagi orang Kristen India yang berusaha untuk mengenal kaum Muslim di negara mereka.

- Supaya ada kedamaian di dalam dan antarkomunitas agama yang berbeda-beda di India, yang secara hukum merupakan sebuah negara sekuler.

- Untuk keluarga-keluarga Muslim di India yang menghadapi berbagai tantangan untuk hidup dalam sebuah kelompok minoritas, dan berdoa untuk orang-orang Kristen supaya tidak takut menyatakan kasih Kristus dalam hidup mereka.

Tidak ada komentar: