Rabu, 31 Juli 2013

Memahami Republik Afrika Tengah

Memahami Republik Afrika Tengah

Kemiskinan

Ubangi-Shari, yang dahulu menjadi koloni Perancis, telah menjadi Central African Republic (CAR) (Republik Afrika Tengah = RAT), pada proklamasi kemerdekaan tahun 1960. Setelah tiga dasawarsa bergejolak karena carut-marut dalam pemerintahan -- terutama oleh pemerintahan militer -- sebuah pemerintahan sipil ditegakkan pada tahun 1993. Sebagaimana ditunjukkan melalui namanya, Republik Afrika Tengah (RAT) merupakan negara yang secara geografis berada di tengah-tengah benua Afrika. Negara ini memiliki berbagai macam iklim dan ciri-ciri alam yang indah, mulai dari hutan hujan tropis di Selatan hingga kawasan Anak Gurun Sahel-Sahara di Utara. Meskipun RAT memiliki sejumlah sumber daya alam, termasuk di dalamnya berlian, emas, uranium, dan kayu, namun negara ini masih menjadi salah satu bangsa termiskin di dunia. RAT terkurung dan terisolasi di Afrika Tengah. Hal ini mengakibatkan kebergantungannya pada negara-negara tetangga dan menimbulkan biaya hidup yang relatif tinggi. Masalah-masalah politik dan kesalahan pengelolaan telah menyebabkan timbulnya pemogokan dan ketegangan politik pada beberapa tahun terakhir.

Investasi Islam di RAT

Kesulitan ekonomi saat ini ternyata menjadi sumber pertumbuhan bagi Islam di RAT. Usaha-usaha bisnis dimiliki oleh kaum imigran Muslim yang berasal dari Lebanon, Arab, Senegal, Haussa, Mali, dan Chad. Beberapa negara Arab secara terbuka melipatgandakan sumbangan dan investasi mereka di RAT dengan tujuan mendorong penyebaran Islam.

Belum Terjangkau

Rungas, suatu suku Muslim (dengan populasi 37.000 orang) yang tinggal di Utara, praktis belum terjangkau dan sangat terisolasi dari orang-orang Kristen. Banyak imigran Arab di RAT yang masih belum tersentuh Injil. Terlepas dari kemajuan Muslim di RAT beberapa tahun ini, Tuhan juga sedang bekerja. Akhir-akhir ini, seorang Muslim Fulani yang berpengaruh, yang telah dua kali berziarah ke Mekah, berbalik pada Kristus dan mempertahankan kesaksian Kristennya di tengah-tengah tekanan yang ada. Dan, patut dicatat bahwa pertobatannya (berbaliknya dia kepada Tuhan Yesus) terjadi selama bulan Ramadan.

POKOK DOA

1. Bersyukur kepada Tuhan untuk situasi yang relatif aman di negara tersebut meskipun ada berbagai tekanan ekonomi dan sosial. Berdoalah agar kondisi seperti ini terus berkesinambungan.

2. Berdoalah agar orang-orang Kristen beroleh kesejahteraan dalam usahanya dan tetap setia kepada Tuhan. Banyak orang terpikat pada Islam melalui kemakmuran yang orang Muslim miliki (Amsal 13:7).

3. Berdoalah agar diadakan program-program pelatihan sehingga orang-orang Kristen mengetahui bagaimana memberitakan Injil kepada orang Muslim. "... bagaimana mereka memberitakan kalau tidak diutus ...." (Roma 10:15)

Tidak ada komentar: