Rabu, 31 Juli 2013

Apa Itu Hukum Syariat?

Apa Itu Hukum Syariat? Sebuah Penerapan Modern

Syariat merupakan sebuah sistem atau pranata hukum, politik, teologi, dan militer, yang dikembangkan selama satu milenium (setelah Muhammad). Syariat merupakan 'jalan' bagi jutaan orang Muslim. Hukum syariat yang ketat diterapkan di 35 negara dan pada tingkat yang lebih rendah diterapkan di negara-negara Muslim lainnya. Hukum ini sedang diperkenalkan sebagai sistem 'ganda'/'rangkap' pada pengadilan-pengadilan di beberapa negara Barat, terutama mengenai masalah-masalah dalam keluarga Muslim. Dan, orang Muslim yang mempraktikkan, kebanyakan tidak tahu banyak tentang syariat kecuali peraturan-peraturan agama yang mendasar (sembahyang/doa, berpuasa, memberi sedekah, dan seterusnya).

Penerapan Syariat

Syariat berisi kategori-kategori dan pokok-pokok hukum Islam yang disebut cabang dari fikih (secara harfiah berarti, 'pengertian'). Aturan-aturan itu meliputi peribadahan, hubungan kekeluargaan, warisan, perdagangan, hukum kepemilikan, hukum perdata, hukum kriminal, administrasi, perpajakan, konstitusi, hubungan internasional, perang dan etika, dan sub-sub kategori lainnya. Ini mencakup segala sesuatu mulai dari hal-hal praktis seperti hukum yang mengatur makanan, perbankan, hingga ke sistem pemerintahan, yang disebut Khilafah.

Tentu jutaan orang Muslim di seluruh dunia tidak mengikuti (bahkan sering kali tidak mengetahui) aspek-aspek hukum syariat yang ketat. Meskipun ini merupakan dasar sistem hukum dan politik bagi orang Muslim, namun sesungguhnya syariat diterapkan dengan beraneka cara dan tingkatan di seluruh planet bumi ini. Yang menjadi sumber utamanya adalah Alquran dan Sunnah. Namun, sebagaimana halnya sistem hukum mana pun, syariat pun terbuka terhadap penafsiran dan diperdebatkan oleh sarjana-sarjana Muslim di mana-mana. Pada salah satu sisi, kita lihat contoh penerapan ekstrem syariat di negara-negara seperti Afganistan. Pada sisi lain, para sarjana Muslim mengabaikan aspek-aspek yang keras, dengan alasan tidak dapat bertahan di dalam dunia yang sudah masuk dalam globalisasi. Beberapa pemimpin Muslim sungguh-sungguh mengkhotbahkan syariat yang ketat, namun kebanyakan orang Muslim merasa takut dan tidak bersedia menjalani hidup di bawah hukum syariat.

Bagaimana Seharusnya Orang Kristen Bersikap?

Jangan bereaksi hanya untuk laporan media. Kadang kala, kita membiarkan persepsi yang salah dan kurangnya pemahaman sehingga menimbulkan sikap yang salah dan kurangnya kasih sayang terhadap masyarakat Muslim. Kita perlu bertobat atas sikap-sikap kita yang salah, atas sikap apatis, dan ketidaksukaan terhadap orang-orang Muslim. Kita harus tahu bahwa Roh Kudus sedang bekerja di hati mereka dan memberikan kepada mereka rasa haus akan suatu pengertian yang benar tentang kekristenan. Tuhan sedang bekerja di antara orang Muslim melalui kesaksian orang-orang Kristen dan melalui penyataan langsung. Karena itu, mari kita dengan tekun berdoa berdasarkan komitmen agar ada penerimaan terhadap Injil Yesus Kristus oleh seluruh masyarakat Muslim.

Tidak ada komentar: