Jumat, 19 Juli 2013

Dialog dengan Orang Muslim

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- SABTU, 20 JULI 2013

Dialog dengan Orang Muslim

Tuhan tidak merasa butuh memakai pengikut-Nya untuk melayani orang Muslim, tetapi Ia benar-benar memakai kita.

Sebuah penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini dalam konteks Afrika Barat, menyingkapkan bahwa banyak sekali orang Muslim datang kepada Yesus melalui dialog langsung dengan orang Kristen. Berikut ini adalah perinciannya:

Dialog        : 80 persen
Keajaiban      : 60 persen
Membaca Alkitab: 30 persen
Membaca Alquran: 20 persen
Literatur      : 10 persen
Korespondensi  :  2 persen
Audio visual  :  2 persen

Satu contoh dialog berikut ini terjadi di sebuah pasar di Kinshasa (Republik Demokratik Kongo). Percakapan ini sudah disunting supaya ringkas.

Orang Kristen: Halo, Sobat! Berapa harga Boubou ini (kain dari Afrika Barat)?

Muslim (dengan logat Afrika Barat): 50 Franc Kongo.

Orang Kristen: Mahal sekali! Apa bedanya dengan kain-kain yang lain di meja ini? Apakah ini diimpor?

Muslim: Ya, ini Boubou kualitas tinggi yang dibuat oleh penjahit Afrika Barat yang berbakat.

Orang Kristen: Apakah Anda berasal dari Afrika Barat?

Muslim: Ya, saya berasal dari Mali, dan saya sudah tinggal di Kinshasa selama 2 tahun.

Orang Kristen: Bolehkah saya mengajukan pertanyaan berkaitan dengan latar belakang saya sebagai seorang kristiani yang hidup di Afrika?

Muslim: Tidak ada masalah. Akan tetapi, Anda perlu tahu bahwa saya adalah seorang Muslim.

Orang Kristen: Saya sangat prihatin sekali dengan maraknya tindak kekerasan yang melanda generasi kita dan juga mengenai masalah-masalah pelik di Afrika: perang sipil, standar moral yang rendah, HIV, dsb.. Menurut Anda siapa yang harus bertanggung jawab?

Muslim: Ini sebuah pertanyaan yang amat sulit. Menurut saya, kita, orang Afrika sendirilah, yang harus bertanggung jawab.

Orang Kristen: Apa yang mendorong manusia berperilaku seperti itu atau melakukan dosa yang sedemikian ini?

Muslim (setelah terdiam beberapa saat): Itu adalah Iblis.

Orang Kristen: Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap keyakinan dalam agama Anda, bolehkah saya tahu apa yang Alquran anjurkan kepada umat manusia agar kita dapat tertolong untuk mengalahkan Iblis dan menghindari perbuatan dosa?

Muslim: Uh ..., saya benar-benar tidak memiliki satu jawaban untuk pertanyaan itu.

Orang Kristen: Bukankah Anda secara pribadi mendambakan kesucian dan ingin dapat mengalahkan pekerjaan Iblis yang bekerja di dalam hidup Anda?

Muslim: Benar, tetapi itu sungguh merupakan masalah yang besar dan sulit.

Orang Kristen: Benar apa yang Anda katakan karena Alkitab dan Alquran menegaskan bahwa dosa telah merasuk ke dalam hakikat hidup kita saat kita ada di bawah kekuasaan Iblis. Namun, ada satu solusi terhadap masalah ini ....

Muslim (dengan sangat penasaran): Apa itu?

Orang Kristen: Kami temukan solusi itu disebutkan dalam hadis dan Alquran.

Muslim: Sungguh? Benarkah itu?

Orang Kristen: Muhammad, nabi umat Islam, menegaskan bahwa setiap manusia (termasuk dirinya) memiliki goresan dosa sejak lahir, siapa pun dia kecuali Yesus, putra Maryam (Sura 19:19). Dia tidak pernah melakukan perbuatan dosa selama hidup di bumi ini. Karena tanpa dosa, maka Yesus menjadi satu-satunya Nabi yang memiliki kuasa untuk membebaskan manusia dari beban dosa (Sura 39:7). Dalam arah yang sama, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus datang ke dalam dunia untuk menghancurkan pekerjaan Iblis, dan tidak ada dosa di dalam diri-Nya (1 Yohanes 3:5,8). Sobat, saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan kepada Anda. Jika Saudara dalam keadaan terbeban dan lemah, lalu ada dua orang datang kepada Anda, orang yang pertama bebas tanpa beban di pundaknya, orang yang kedua memikul beban dosanya sendiri di pundaknya. Kepada siapa di antara kedua orang itu, Anda akan datang meminta pertolongan, dan siapa di antara keduanya yang akan sanggup melepaskan beban Anda?

Muslim: Kepada orang yang pertama, yang bebas dan tidak menanggung apa pun.

Selanjutnya, orang Kristen itu menjelaskan tentang Injil, dan orang Muslim dalam kisah nyata ini datang kepada Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Tuhan tidak merasa butuh memakai pengikut-Nya untuk melayani orang Muslim, tetapi Ia benar-benar memakai kita, terutama untuk melakukan dialog yang penuh kasih dengan orang yang terhilang, serta membagikan Kabar Baik kepada mereka.

Tidak ada komentar: