40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- KAMIS, 18 JULI 2013

Damaskus, Suriah: Kota yang Berlumuran Darah

Saat itu tahun 1974. Saya berasal dari Swiss, istri saya dari Pakistan. Kami berjumpa di Beirut. Kami mengadakan perjalanan ke situs-situs kuno Alkitab di Yordania. Ketika itu, di Damaskus saya mendapatkan pengalaman yang mengerikan. Setiap jengkal tanah berlumur darah meneriakkan, "Berapa lama lagi?"

Empat tahun yang lalu, saya membagikan pengalaman ini kepada saudara saya dari Suriah. Ia berpendapat bahwa itu berhubungan dengan sejarah masa silam. Begitupun pemikiran saya. Namun, bagaimanapun juga Damaskus adalah kota tertua yang masih berpenghuni di dunia ini. Kota ini terus-menerus didera penaklukkan/penyerangan yang tiada henti, dengan segala kengerian yang menyertainya.

Kami tak pernah memimpikan bencana mengerikan ini sebagai isyarat tentang masa yang akan datang. Diperkirakan hingga akhir 2012, lebih dari 40.000 orang terbunuh dalam krisis terakhir di negeri itu. Kemarin, kami berjumpa kembali. Perwakilan misinya memanggil dia untuk memobilisasi doa bagi negerinya yang sedang berdarah. Ia mengingatkan saya akan pengalaman mengerikan yang terjadi pada diri saya hampir empat puluh tahun yang lalu. Ia juga memberitahukan bahwa orang-orang Kristen telah menjadi target dan dibunuh, dan terus diburu oleh kelompok-kelompok "Pejuang Kemerdekaan" (Wahabis, Al-Qaeda, dan kelompok-kelompok lain dari luar).

Sementara itu, ayahnya, seorang gembala di pusat Kota Damaskus, menolak untuk meninggalkan domba-dombanya. Dan, ajaib sekali, Tuhan sedang melakukan suatu hal yang baru. Orang-orang Kristen sangat terkejut saat melihat gereja-gereja mereka dipenuhi orang-orang asing -- mereka orang Muslim. Wanita-wanita Muslim yang berselubung, bersama-sama anak-anak mereka, dan banyak laki-laki berduyun-duyun datang kepada Yesus. Betapa ironisnya, Suriah, yang selama ini mengganggu urusan negara tetangganya (Lebanon), bahkan menghasut terjadinya pembunuhan masal, termasuk orang-orang Kristen, akhirnya harus menuai apa yang ditaburkannya. Sungguh, Tuhan sedang mengguncangkan bangsa-bangsa. Akankah tiba pada akhirnya, seluruh peperangan yang berkecamuk di Timur Tengah ini? Yesuslah Sang Raja Damai. Selama orang menolak Dia, damai tidak akan pernah terwujud. Tentu, Tuhan tidak bertanggung jawab atas segala tindakan aniaya. Akan tetapi, Ia benar-benar mengetahui bagaimana memunculkan hal yang baik dari tengah kejahatan. Kami sedang menyaksikan hal tersebut terjadi di Suriah sekarang ini.

POKOK DOA

1. Berdoalah agar perdamaian itu terwujud, disertai kebebasan beragama dan pemerintahan yang adil (Amsal 13:25).

2. Berdoalah bagi orang-orang Kristen yang memilih tinggal di Suriah agar mereka dilindungi dan dipakai secara luar biasa, melalui kesaksian mereka kepada para tetangga yang sedang merindukan jalan kehidupan yang baru.

3. Berdoalah untuk orang-orang Kristen Suriah yang tinggal di luar negeri agar turut berdoa dan bersedia membantu saudara mereka yang menderita di Suriah, sebagaimana mereka (yang tinggal di luar negeri) sekarang ini juga sebagai pengungsi.

"Apapun yang kamu lakukan bagi yang terkecil dari saudara-Ku ini, kamu melakukannya untuk-Ku." (Matius 25:40)