Minggu, 26 Juni 2016

DUNIA ARAB: DIA TAHU!! KISAH AMAAL

DUNIA ARAB: DIA TAHU!! KISAH AMAAL

Dunia Arab merupakan negeri pusat rohani Islam. Ini adalah tempat kelahiran Islam, tempat kediaman kuil-kuil paling suci, penjaga Alquran yang tak dapat diterjemahkan, yang ditulis pada abad ke-7. Banyak orang Arab merasa bahwa kosakata Alquran itu membingungkan. Sebagai akibatnya, banyak orang Muslim Arab mencari petunjuk dari sumber-sumber lain. Seperti itulah kasus yang dialami Amaal.

Amaal adalah seorang gadis Muslim dari Mesir berusia 23 tahun yang memiliki senyum manis. Seperti halnya kebanyakan orang Mesir, ia bersikap hangat, bersahabat, serba ingin tahu tentang orang barat. Hal ini menuntun dia kepada persahabatan dengan satu keluarga Kristen muda dari Amerika yang menunjukkan kepadanya kasih Kristus dan memimpinnya kepada iman di dalam Dia.

Amaal membagikan imannya yang baru kepada ibunya, yang mengancam akan membunuhnya. Karena takut bahwa salah seorang di dalam keluarganya akan melakukan hal itu, Amaal meninggalkan rumah dan mendapatkan suatu pekerjaan di sebuah hotel resort, di mana ia ditekan oleh bosnya yang mengancam akan memberitahukan kepada orang lain tentang perpindahan agamanya kecuali ia bersedia untuk berhubungan seks. Amaal kembali melarikan diri dan ditahan oleh polisi. Mereka memintanya menjawab pertanyaan: Siapa yang membuatmu beralih agama? Jika kamu katakan, kami akan melepaskanmu.

Ketika saya menemukan Amaal satu tahun kemudian, ia sedang bersembunyi di satu keluarga dari pasangan Muslim yang baik hati. Saya memberikan kepadanya Perjanjian Baru dan berjanji untuk menjumpainya kembali. Saya menyadari betapa pentingnya ayat-ayat Alkitab yang saya bagikan untuk menguatkan saudara perempuan ini, yang demi imannya, ia harus menanggung banyak kesulitan. Tetapi Amaal telah menemukan sendiri ayat-ayat Kitab Suci -- ia telah membaca 10 pasal pertama dari Injil Matius. Ia berkata kepada saya: Dengarkan ini, "tetapi waspadalah terhadap semua orang karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada Majelis Agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Apabila mereka menyerahkan kamu janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu" (Mat. 10:17-20).

Amaal tersenyum pada saya dan berseru, "Dia tahu, Yesus mengetahuinya." Bagi Amaal, itu sudah cukup. "Yesus ada di dalam diriku," katanya sambil menunjuk ke hatinya. "Ia tak akan pernah meninggalkanku."

Mari kita berdoa:

1. Untuk orang-orang Kristen berlatar belakang Muslim seperti Amaal yang menderita penganiayaan demi imannya kepada Yesus Kristus.

2. Untuk kaum muda di dunia Arab, agar mereka mendapatkan kesempatan untuk mendengar tentang iman orang percaya tanpa ancaman atau penganiayaan.

3. Untuk para pemimpin agama dan politik di dunia Arab, agar mereka membuka peluang kebebasan bagi rakyatnya untuk menjelajah dan terus mencari pengertian bagi mereka sendiri tentang Yesus Kristus.

Tidak ada komentar: