Senin, 05 Agustus 2013

Menyebarkan Berita Injil di Kalangan Kaum Soninke

Menyebarkan Berita Injil di Kalangan Kaum Soninke

Orang Soninke tinggal di Sahel bagian Barat, sebuah kawasan gersang yang membentang di Benua Afrika hingga bagian Selatan Gurun Sahara. Temperatur siang hari yang mencapai 45°C (113°F) terasa sungguh luar biasa. Meskipun kondisi di sana begitu keras, mereka mampu bertahan hidup dengan mengolah tanah dan memelihara ternak.

Orang Soninke pada umumnya hidup dengan keluarga yang besar di sebuah kawasan tempat tinggal yang terdiri atas sekelompok rumah, yang dibangun dari batu semen atau batu-batu tanah. Banyak di antara mereka yang meninggalkan keluarga untuk pergi ke kota mencari pekerjaan, dan sering juga sampai keluar negeri. Oleh karena itu, ada kelompok-kelompok masyarakat Soninke di kota-kota besar seperti Paris dan New York. Mereka tetap memelihara komunikasi yang erat dengan masyarakat mereka di Afrika Barat, dan sebagian besar dari penghasilan mereka dikirim kembali untuk mendukung keluarga mereka. Bagi orang Soninke, menjadi Muslim merupakan bagian yang paling penting dari identitas mereka sebagai sebuah masyarakat, dan itu menjadi suatu kebanggaan bagi mereka. Mereka secara rutin menjalankan panggilan ibadah salat lima waktu setiap hari. Rasa malu dan pengaruh masyarakat memainkan peranan utama dalam budaya Soninke.

Para Pelayan yang Sedang Bekerja

Para pelayan dari berbagai lembaga sedang terlibat dalam melayani orang Soninke di beberapa negara. Diperkirakan, ada seratus orang Kristen dari keseluruhan populasi yang berjumlah dua juta orang. Orang-orang Kristen ini mengalami aniaya dalam berbagai bentuk. Mereka sering disisihkan dan hanya memiliki kesempatan yang kecil sekali untuk bertemu dan beribadah bersama dengan yang lain.

Penerjemahan Alkitab dalam Bahasa Soninke sedang dalam pengerjaan. Para penerjemah tinggal tersebar di berbagai tempat, dan mereka berkomunikasi melalui Skype dan e-mail. Koneksi internet yang belum bagus serasa menambah tekanan yang lebih besar dalam pekerjaan yang sedang dilakukan.

Namun, ada ketertarikan yang terus bertumbuh terhadap literatur dalam Bahasa Soninke, termasuk Kitab Suci. Perkembangan media dan kemajuan dalam bidang teknologi, dapat menjadi sarana yang efektif untuk membagikan berita Injil kepada orang Soninke dengan cara-cara yang lebih cerdik. Contohnya, memasukkan file-file audio ke dalam kartu memori yang digunakan dalam telepon genggam. Hal ini memberikan kesempatan bagi banyak orang Soninke untuk mendengarkan bagian-bagian Alkitab kapan pun dan di mana pun mereka inginkan.

POKOK DOA

1. Berdoalah agar ada peluang yang lebih besar lagi bagi orang-orang Kristen untuk menerima Alkitab dan literatur-literatur yang sudah tersedia secara langsung di tangan mereka (Yesaya 52:7).

2. Berdoalah bagi para penerjemah Alkitab agar Tuhan memberikan hikmat kepada mereka untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang mereka lakukan.

3. Berdoalah agar masyarakat Soninke memiliki kehausan yang sungguh akan firman Tuhan dan agar Tuhan berkenan memuaskan rasa haus mereka (Matius 5:6).

Tidak ada komentar: