Sabtu, 14 Februari 2015

KADOS -- Edisi 241 (16 -- 22 Februari 2015)

Hasil gambar untuk doa bersama
KADOS -- Edisi 241 (16 -- 22 Februari 2015)

Salam damai Yesus Kristus,

Dalam 2 Korintus 5:17 dikatakan, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." Kami berharap bahwa para Sahabat KADOS sudah mengalami hidup baru di dalam Kristus. Jika kita sudah mengalami betapa baiknya kasih Kristus, betapa berharganya pengorbanan yang Ia lakukan, dan betapa taatnya Ia kepada Allah, sudah seharusnya kita menceritakan itu semua dan mengikuti teladan-Nya dengan kesungguhan hati.

Banyak orang belum mengalami kasih Kristus. Jika kita sudah mengalaminya, maukah kita membagikannya? Kami mengajak para Sahabat KADOS untuk ikut terlibat dalam mendoakan pokok-pokok doa yang kami sajikan, dan turut ambil langkah untuk menjadi saksi Kristus. Marilah kita berdoa. Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi KADOS,
Santi T.
< santi(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


16 Februari 2015 -- Keberadaan Pasar Tradisional

Keberadaan pasar tradisional sangat menolong masyarakat dalam penyediaan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya pasar ini, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok sehari-hari, sayur-mayur, dan barang-barang kebutuhan yang lainnya dengan mudah dan biasanya dengan harga yang cukup terjangkau. Namun, di beberapa kota di Indonesia, akhir-akhir ini sering terdengar berita tentang pasar yang terbakar, yang sering kali disebabkan karena adanya hubungan pendek arus listrik. Peristiwa semacam ini sangat memprihatinkan kita semua karena bukan hanya penjual yang rugi, masyarakat pun juga turut menanggung akibatnya -- kesulitan untuk membeli/mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus untuk para penjual di pasar-pasar tradisional yang terbakar, kiranya mereka tidak patah semangat dan terus berusaha untuk mendapatkan tempat berjualan yang layak. Berdoalah pula agar masyarakat turut andil dalam menciptakan kondisi yang kondusif jika pemerintah mendirikan pasar "sementara" untuk para penjual di pasar ini.

17 Februari 2015 -- Budaya Hidup Bersih

Setiap orang pasti menyukai tempat yang bersih. Tempat yang bersih bisa membuat seseorang merasa nyaman dan betah untuk tinggal atau melakukan sesuatu di tempat itu. Namun, tempat yang bersih hanya bisa diusahakan oleh orang-orang yang memiliki budaya hidup bersih. Dimulai dari disiplin membuang sampah pada tempatnya, membersihkan tempat tinggal, membersihkan lingkungan sekitar, dll.. Sebagai orang Kristen, kita pun harus memiliki budaya hidup bersih karena dengan memiliki sikap ini, kita bisa menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar setiap orang Kristen memiliki kerinduan untuk memiliki budaya hidup bersih sehingga kehidupan mereka boleh menjadi teladan bagi orang lain. Berdoalah pula agar teladan hidup bersih yang mereka lakukan bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk semakin memiliki relasi yang baik dengan orang lain, dan mereka bisa memberitakan kasih Kristus melalui sikap hidup mereka.

18 Februari 2015 -- Kehidupan Para Nelayan

Menjadi seorang nelayan membutuhkan keuletan. Tidak semua orang bisa menjalani profesi ini karena sering kali, pekerjaan ini dilakukan pada malam hari dan selesai di pagi hari. Biasanya, ketika mereka mendapatkan ikan pun, mereka masih harus menjualnya di pasar, baik dijual sendiri, dititipkan, maupun dibeli langsung oleh tengkulak. Keuntungan hasil penjualan ikan pun tidak seberapa dibanding dengan kebutuhan hidup sehari-hari yang harus dicukupi. Marilah kita berdoa bersama untuk para nelayan di Indonesia agar Tuhan senantiasa memberi kekuatan, kesehatan, dan keuletan dalam melakukan profesi ini sehingga pekerjaan mereka bisa menjadi berkat bagi keluarga dan masyarakat. Berdoalah pula untuk para nelayan Kristen agar melalui pekerjaan ini, mereka tetap bisa memberitakan Kabar Baik kepada sesama nelayan dan hidup mereka tetap bisa memuliakan nama Tuhan.

19 Februari 2015 -- Pertumbuhan Rohani Para Petobat Baru

Puji nama Tuhan Yesus jika sampai hari ini, kita masih menjumpai orang-orang yang mau mengenal dan mengikut Kristus. Sebagai orang percaya, kita harus senantiasa memberitakan Injil Kristus kepada orang-orang di sekitar kita supaya mereka juga bisa hidup di dalam Kristus dan mengikuti kehendak-Nya. Tidak hanya memberitakan Injil, kita juga harus mau membimbing dan menolong mereka yang baru saja mengenal dan mengikut Kristus (petobat baru). Tujuannya adalah agar kerohanian para petobat baru bisa terus bertumbuh dan berbuah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Untuk itu, marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus untuk para petobat baru agar Tuhan memelihara iman mereka sehingga mereka dapat terus bertumbuh di dalam Kristus. Berdoalah pula agar para petobat baru tidak patah semangat apabila mereka mengalami kesulitan/penderitaan karena beriman kepada Kristus.

20 Februari 2015 -- Hari Pekerja Nasional

Para pekerja di Indonesia sudah seharusnya mendapatkan kesejahteraan yang layak. Namun, tidak semua pekerja mengalaminya. Bahkan, ada pekerja yang mungkin malah tidak mendapatkan gaji selama beberapa bulan, tetapi mereka tidak bisa menuntut apa-apa karena adanya tekanan atau ketakutan jika pekerjaannya dihentikan. Hari ini, kita memperingati hari Pekerja Nasional. Marilah kita bersatu hati, berdoa untuk para pekerja di Indonesia. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar kesejahteraan para pekerja di Indonesia dapat diusahakan secara maksimal sehingga mereka dapat merasakan hak mereka. Berdoalah pula agar Indonesia semakin menjunjung tinggi kepentingan orang banyak sehingga tindakan-tindakan yang tidak benar -- yang lebih condong untuk mementingkan kepentingan pribadi -- dapat diminimalkan secara bertanggung jawab.

21 Februari 2015 -- Remaja dan Media Sosial

Hampir sebagian besar remaja mengetahui dan pernah menggunakan salah satu dari media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, Google+, dll.. Memang tidak bisa dimungkiri bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu cara berelasi yang sangat praktis. Melalui media sosial, setiap orang bisa berkawan dengan banyak orang -- kenal/tidak kenal -- dan bisa bercakap-cakap dengan mereka meski tidak tatap muka. Inilah salah satu keuntungan dari media sosial. Namun, kita tidak boleh lengah, media sosial bisa berdampak negatif jika remaja menggunakannya dengan bebas -- tanpa bimbingan, tidak diawasi, tidak dibatasi waktu. Banyak hal ditawarkan melalui media sosial, termasuk hal-hal yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, baik melalui tulisan maupun gambar. Untuk itu, marilah kita berdoa untuk setiap remaja yang suka menggunakan media sosial, kiranya mereka dapat menggunakannya dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Berdoalah pula agar para remaja Kristen bisa membawa pengaruh yang baik melalui media sosial yang mereka gunakan.

22 Februari 2015 -- Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA)

Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org > memberi kesempatan bagi setiap orang awam yang ingin belajar teologia. Orang awam yang dimaksud adalah setiap orang yang belum pernah belajar teologia secara resmi, baik di STT maupun seminari, dan bukan pendeta. Pendidikan teologia ini akan dilakukan secara online (melalui internet) dengan menggunakan milis dan Facebook, yang akan diampu oleh divisi PESTA. PESTA membuka banyak kelas diskusi. Anda bisa melihat jadwalnya di < http://www.pesta.org/info_kelas >. Marilah kita turut mendukung dalam doa untuk pelayanan ini, kiranya Tuhan Yesus menolong dalam setiap bagian yang dikerjakan. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar kelas PESTA ini bisa menolong orang percaya untuk semakin mengenal firman Tuhan dan membawa hidup mereka semakin dekat dengan Tuhan. Kiranya kelas-kelas PESTA ini bisa membekali setiap orang untuk mengabarkan Injil Kristus bagi mereka yang belum mengenal Dia.


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: Santi T. dan N. Risanti
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kados/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2015 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

Tidak ada komentar: