Senin, 04 Agustus 2014

Hari Arafah

HARI ARAFAH

"Hari ini, dosa-dosaku akan diampuni," demikian Ayse berharap. "Hari ini adalah puncak dari perjalanan ziarah, hari ketika ibadah kita akan disempurnakan." Ayse mengenang berbagai peristiwa dalam pikirannya. Ia akan menuju sebuah tenda di luar kota Mekah, bersiap untuk mengikuti upacara agamawi dan berdiri di lembah Arafah di kaki gunung Anugerah. Ia mengenang bahwa Muhammad dikisahkan mengunjungi tempat ini dan menyampaikan khotbahnya yang terakhir.

Ayse akan tetap berada di Arafah sampai lewat tengah hari (sore) sambil berdoa dan mengenang akan kehidupannya pada masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Ia percaya bahwa Muhammad memohon kepada Allah untuk mengampuni para peziarah yang berdiri di Arafah. Yang diharapkannya adalah bahwa Allah mendengar permohonan itu. Ayse membayangkan akan meninggalkan dataran Arafah dengan penuh sukacita. Itu akan menjadi hari pertobatan baginya.

Hari Arafah adalah hari kedua dalam perjalanan haji, sekitar 70 hari setelah Ramadan. Pada hari haji pertama, Ayse telah berjalan berlawanan arah jarum jam mengelilingi Kakbah. Ia telah mencium batu hitam suci dan berusaha mengarahkan pikirannya kepada Allah. Ia telah memberikan penghormatan kepada Hagar, hamba Sarai, dan anak lelakinya, Ismael.

Saat malam pada hari Arafah itu, ia akan mengumpulkan 49 batu. Batu-batu itu akan ia gunakan pada keesokan harinya untuk "melempar Setan", yang ia yakini (setan itu) telah berusaha mencegah Abraham untuk mempersembahkan Ismail sebagai ganti Ishak. Ia akan berusaha memusatkan perhatian dan menikmati hari Idul Adha (Perayaan Kurban), meskipun dalam benaknya ia telah memikirkan untuk bersiap-siap dan berjuang di tengah kerumunan orang banyak untuk bisa sampai ke bandara. Ia telah diminta untuk pulang secepatnya agar jangan sampai terlalu dekat dengan benda-benda yang suci, yang dapat melemahkan kekuatan benda-benda itu.

Seorang pendeta berkata kepada kami, "Setelah berbicara dengan banyak orang seperti Ayse, saya tahu bahwa mereka pulang ke rumah dengan menyimpan kesadaran dalam hati mereka bahwa ada sesuatu yang hilang. Biarlah kiranya mereka menemukan pengampunan yang sejati atas dosa-dosa mereka dan beroleh kuasa untuk berjalan bersama Tuhan."

Kebutuhan

Berdoalah agar kebenaran dinyatakan sehingga Tuhan yang benar itu dikenal hanya melalui Yesus Kristus keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub; bukan Ismail, sesuai dengan Kitab Suci (Alkitab).

POKOK DOA

1. Ada banyak orang Muslim yang sungguh-sungguh mencari pengampunan atas dosa mereka, berdoalah kepada Yesus Kristus agar Ia berkenan membebaskan mereka dari ritual-ritual agamawi yang sia-sia dan mengizinkan mereka untuk menemukan Kristus yang dapat mengampuni dosa mereka dan menjadi Juru Selamat mereka.

2. Dukunglah dalam doa kepada Tuhan Yesus agar Tuhan menguatkan, memberi hikmat, perlindungan, dan kuasa kepada setiap hamba-Nya untuk dapat menjelaskan dan memberitakan Injil damai sejahtera kepada orang-orang Muslim yang sungguh-sungguh mencari Allah yang sejati.

3. Seperti pendeta dalam artikel di atas, mintalah kepada Tuhan Yesus untuk membangkitkan kasih yang tulus dalam diri setiap pendoa syafaat dan para pembawa firman untuk menjangkau umat Muslim.

Tidak ada komentar: