Minggu, 13 Maret 2016

Apakah Pengampunan Membawa Sukacita?

Pernahkah Anda melakukan kesalahan, lalu merasa begitu bersalah dan menyesal karena telah merusak kepercayaan yang diberikan Yesus dan menyia-nyiakan kasih-Nya?
Banyak dari kita pernah mengalami apa yang Petrus alami. Bayangkan bagaimana perasaan Petrus ketika berlari ke kubur Yesus dan mendapatinya kosong, lalu bertemu kembali dengan Tuhan yang dikasihinya. Alangkah bersyukur dan bahagianya Petrus karena telah diampuni secara pribadi, dan mengetahui bahwa Tuhan yang bangkit itu tetap mengasihinya!
Kita mungkin telah menyangkal Yesus, sama seperti yang dilakukan Petrus. Namun Allah mengampuni kita, sama seperti Yesus mengampuni murid-Nya itu. Tindakan pengampunan Allah ditunjukkan-Nya dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia dan mati bagi kita, agar kita diampuni dan ditebus. Bukankah itu mengagumkan?
Itulah alasan kita memperingati Jumat Agung dan Paskah. Kita bersukacita atas kematian dan kebangkitan Yesus karena melaluinya, kita menerima pengampunan total dan dimungkinkan menghampiri Allah dengan hati yang suci dan murni.
Kiranya kita terus mengingat karya Yesus di kayu salib, dan memohon agar diberi kekuatan untuk meninggalkan tabiat dosa yang lama dan menjalani hidup yang baru (Roma 6:11-12).
Kemenangan di Balik Tragedi
 
Di hari-hari mendatang, Anda akan melangkah menuju Paskah, hingga pada puncaknya Anda merayakan kemenangan Yesus atas maut. Kami rindu mendorong Anda, lewat Santapan Rohani edisi khusus Paskah ini, untuk menyambut hari yang indah tersebut dengan tekad yang kuat.
Klik di sini untuk baca lebih lanjut.

Tidak ada komentar: