BULETIN DOA "OPEN DOORS" -- JULI 2014
Selasa, 1 Juli 2014 -- Korea Utara
Presiden
Kim Jong-Un terus melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen dan
terhadap siapa pun yang dianggap sebagai musuh politiknya. Beberapa
bulan terakhir, lebih dari sepuluh ribu orang tewas di penjara dan
kamp-kamp kerja paksa atau dibuang ke desa-desa terpencil. Berdoalah
untuk umat Kristen di Korea Utara yang menghadapi penganiayaan setiap
hari.
Rabu, 2 Juli 2014 -- Aljazair
Presiden Aljazair,
Bouteflika, terpilih kembali untuk yang keempat kalinya dalam Pemilu
pada 17 April lalu. Berbagai partai oposisi dan partai agama M mengecam
dan mencurigai kecurangan dalam Pemilu tersebut. Berdoalah untuk
terciptanya stabilitas dan perdamaian di negara yang sering mengalami
peristiwa kekerasan ini.
Kamis, 3 Juli 2014 -- Aljazair
Besok,
4 Juli, adalah hari yang sangat bersejarah bagi Aljazair, yaitu hari
Kemerdekaan Aljazair dari penjajahan Perancis. Berdoalah bagi gereja di
negara ini karena situasi politik yang tidak menguntungkan sama sekali.
Berdoalah juga agar undang-undang antipemurtadan yang disahkan Presiden
Bouteflika pada tahun 2006, segera dihapuskan.
Jumat, 4 Juli 2014 -- India
Berdoalah
bagi pelayanan Open Doors dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di
Odisha, India, khususnya dalam melaksanakan beberapa proyek pembangunan
sosial-ekonomi. Berdoalah bagi para korban kekerasan anti-Kristen tahun
2008 lalu di Odisha karena hingga kini, mereka masih menunggu keadilan
hukum dalam kasus-kasus yang tertunda di pengadilan.
Sabtu, 5 Juli 2014 -- India
India
menempati urutan pertama dalam bidang pengembangan dan nilai produksi
dari negara-negara pertanian yang mengandalkan curah hujan di seluruh
dunia. Sekitar 60 persen lahan pertanian India membutuhkan curah hujan
yang konstan agar hasil panen sempurna. Berdoalah untuk curah hujan yang
baik musim ini, terutama bagi enam wilayah di India: Punjab, Rajasthan,
Haryana, Tamil Nadu, Gujarat, dan Uttar Pradesh.
Minggu, 6 Juli 2014 -- India
Berdoalah
untuk anak-anak Kristen di berbagai sekolah di India yang akan kembali
melanjutkan kegiatan belajar setelah liburan musim panas ini. Mereka
tidak hanya berjuang mengatasi penganiayaan dan diskriminasi karena
menjadi pengikut Kristus, tetapi juga hidup di bawah garis kemiskinan.
Senin, 7 Juli 2014 -- Uzbekistan
Berdoalah
untuk saudara-saudari di Uzbekistan yang harus mengungsi demi
menghindari penangkapan atas pelaksanaan aktivitas kekristenan. Polisi
telah menyita komputer dan laptop pribadi yang menyimpan e-book Kristen,
software Alkitab, dan bahan-bahan Kristen lainnya. Mereka dikejutkan
dengan pemberitahuan dari pengadilan negeri setempat untuk membayar
denda atas kepemilikan materi-materi keagamaan yang terlarang.
Selasa, 8 Juli 2014 -- Indonesia
Pilpres
akan berlangsung besok, 9 Juli, untuk memilih Presiden Indonesia yang
ke-7. Berdoalah untuk berlangsungnya proses Pemilu yang jujur, adil,
damai, tertib, dan demokratis di negeri tercinta Indonesia. Berdoalah
bagi seorang pemimpin bangsa berhati hamba yang memiliki integritas dan
tekad untuk menciptakan kerukunan umat beragama.
Rabu, 9 Juli 2014 -- Indonesia
Penutupan
gereja kembali merajalela di negeri tercinta ini. Dalam kurun waktu
empat bulan (Desember 2013 sampai Maret 2014), lebih dari 21 gereja
diserang oleh kelompok-kelompok garis keras atau ditutup oleh pemerintah
setempat karena tidak mengantongi IMB maupun izin menyelenggarakan
ibadah. Berdoalah untuk situasi ini.
Kamis, 10 Juli 2014 -- Maladewa
Banyak
jiwa baru di Maladewa yang dimuridkan oleh para hamba Tuhan dari
berbagai lembaga misi. Namun, ada perpecahan terjadi akibat arogansi
organisasi, yang menganggap jiwa-jiwa baru adalah hasil karya dan milik
mereka sendiri, bukan Tuhan. Berdoalah untuk kesatuan hati di antara
para misionaris yang melayani di Maladewa.
Jumat, 11 Juli 2014 -- Maladewa
Sejumlah
orang percaya baru di Maladewa berjuang memulihkan diri dari kecanduan
narkoba. Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan tertinggi kedua
setelah pencurian dan perampokan. Hampir setiap keluarga di Maladewa
memiliki masalah yang berhubungan dengan narkoba. Berdoalah untuk
pemulihan para petobat baru tersebut dan terus bertambahnya dukungan
yang cukup dari masyarakat Kristen.
Sabtu, 12 Juli 2014 -- Korea Utara/China
Dalam
berbagai kasus di Korea Utara, para wanita terpaksa meninggalkan suami
dan anak-anak mereka ke China demi menopang perekonomian keluarga. Di
China, sering kali para wanita ini menerima perlakuan kasar dari majikan
mereka. Mereka membutuhkan Tuhan Yesus untuk menyembuhkan dan
memulihkan fisik dan hati yang terluka.
Minggu, 13 Juli 2014 -- Rusia
Berdoalah
bagi proses pengiriman paket besar berisi literatur Kristen ke
Azerbaijan di bulan ini. Beberapa bulan terakhir, Open Doors menerima
permintaan Alkitab dan literatur Kristen dari banyak gereja dan orang
percaya di Azerbaijan yang memiliki kerinduan untuk dapat membaca dan
mempelajari firman Tuhan.
Senin, 14 Juli 2014 -- Turkmenistan
Berdoalah
untuk proses audio dubbing film-film Kristen, film animasi, dan audio
buku Kristen ke dalam bahasa Turkmen. Open Doors kini sedang menyeleksi
dan mengaudisi talenta-talenta yang tepat untuk menjadi pengisi suara
proyek ini.
Selasa, 15 Juli 2014 -- Turkmenistan
Berdoalah
bagi Umid Gajaev yang sedang menjalani hukuman 4 tahun di penjara
Turkmenistan, sejak 19 April 2012 lalu. Keadilan tidak memihak
kepadanya, padahal ketika sekelompok geng jalanan Hooligan yang sedang
mabuk menyerang dia di dekat rumahnya, ia hanya melakukan tindakan bela
diri. Berdoalah juga untuk istrinya, Malahat, dan ketiga anaknya, Daniel
(6), David (5), dan Zubeida (3).
Rabu, 16 Juli 2014 -- Libya
Berdoalah
untuk perlindungan Tuhan atas orang-orang percaya di Libya selama bulan
Ramadan. Seseorang yang ketahuan murtad dapat menjadi bulan-bulanan
kemarahan pihak keluarga dan masyarakat setempat. Situasi tegang selama
bulan ini berakibat pada peningkatan kekerasan dan penganiayaan terhadap
umat Kristen.
Kamis, 17 Juli 2014 -- Libya
Berdoalah
untuk Libya agar para pemimpin negara ini melaksanakan tugas dan
tanggung jawab mereka dengan integritas dan kesadaran penuh. Dengan
demikian, mereka membantu negara dalam menciptakan stabilitas bangsa
sehingga warganya dapat hidup aman, tenteram, dan bebas memilih dan
menjalankan agama serta kepercayaan mereka.
Jumat, 18 Juli 2014 -- Nepal
Karena
kurangnya sumber daya, waktu, tenaga guru, dan misionaris, berbagai
pengajaran sesat sekarang berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat
terpencil di Nepal. Berdoalah agar orang-orang percaya di desa-desa
terpencil di Nepal selalu berdiri teguh dalam firman Allah.
Sabtu, 19 Juli 2014 -- Korea Utara
Keluarga
Hee Young tercerai-berai di pertengahan tahun sembilan puluhan ketika
pemerintah otoriter Korea Utara menangkapi orang-orang percaya yang
mengadakan ibadah rahasia di rumahnya. Ayahnya menghilang, Hee Young,
adiknya dan ibunya dibuang ke desa terpencil. Mereka berhasil melarikan
diri dan sekarang menetap di Korea Selatan. Berdoalah untuk mereka agar
selalu teguh dalam iman pada Kristus.
Minggu, 20 Juli 2014 -- Maroko
Pada
kuartal kedua tahun 2014, beberapa pelatihan dapat diselenggarakan di
Maroko. Banyak dari peserta adalah orang-orang percaya baru. Berdoalah
agar pesan firman Tuhan dan materi pelatihan mengubah kehidupan secara
maksimal sehingga mereka dapat tumbuh kuat di dalam iman kepada Yesus
Kristus, Tuhan, dan Juru Selamat kita.
Senin, 21 Juli 2014 -- Republik Afrika Tengah
Ada
begitu banyak istri pendeta yang kehilangan suami selama krisis yang
berlangsung di Republik Afrika Tengah. Tidak hanya kerugian secara
emosional, para janda martir ini juga mengalami kesulitan dalam
menafkahi anak-anak selepas kematian suami mereka. Berdoalah untuk
pelayanan Open Doors.
Selasa, 22 Juli 2014 -- Republik Afrika Tengah
Perkosaan
digunakan sebagai senjata perang dalam konflik yang melanda Republik
Afrika Tengah. Pada Februari lalu, Open Doors telah mewawancarai dan
melayani lebih dari 100 korban. Berdoalah bagi para korban, kiranya
Tuhan memulihkan mereka.
Rabu, 23 Juli 2014 -- Ethiopia
Berdoalah
untuk Kiflom, seorang pemuda yang dibesarkan di tengah keluarga yang
sangat menjunjung tinggi adat istiadat. Ketika Kiflom memutuskan untuk
menjadi pengikut Kristus, ibunya mengusir dia. Sikap ibunya tersebut
bagaikan pukulan berat baginya. Namun, oleh kasih karunia Allah, Kiflom
kini dikelilingi oleh orang-orang Kristen yang mengasihinya.
Kamis, 24 Juli 2014 -- India
Berdoalah
untuk orang-orang Kristen di Andhra Pradesh, India, yang terus
menghadapi peningkatan kekerasan fisik karena iman percaya pada Kristus.
Berdoalah juga bagi gereja agar dapat merespons penganiayaan ini sesuai
dengan firman Tuhan di Alkitab.
Jumat, 25 Juli 2014 -- Tajikistan
Berdoalah
bagi gereja rumah di salah satu kota di Tajikistan yang memiliki
pelayanan kaum wanita yang cukup berkembang. Beberapa jemaat wanita
mengalami pemukulan oleh para suami setelah mendapati istri mereka
membaca Alkitab. Berdoalah untuk perlindungan Allah atas kaum wanita
tersebut, maupun para pelayan yang melayani mereka.
Sabtu, 26 Juli 2014 -- China
Berdoalah
untuk saudara kita, Alimjan, dan keluarganya di China. Ibu dari Alimjan
sudah lanjut usia dan menderita serangan jantung baru-baru ini. Dua
putra Alimjan, berusia 13 dan 8 tahun, didiskriminasi oleh teman sekelas
mereka. Gulnur, istri Alimjan, harus membagi waktu untuk mengurus rumah
tangga, anak, dan pekerjaan. Berdoalah agar keluarga ini dapat selalu
berdiri kuat di dalam tekanan dan kesulitan.
Minggu, 27 Juli 2014 -- China (Uyghur)
Balang,
dari suku Uyghur, mengenal Kristus dari sahabat dan ibunya. Ayahnya
adalah seorang pecandu alkohol yang selalu memukuli ibunya. Setelah
mengetahui bahwa Balang dan ibunya telah menjadi pengikut Kristus,
ayahnya meninggalkan mereka. Kini, ibunya harus berjuang menafkahi
Balang dan adik-adiknya.
Senin, 28 Juli 2014 -- China (Uyghur)
Yahya
adalah seorang perempuan Kristen dari suku Uyghur di pedalaman China.
Ibunya, yang juga telah menjadi pengikut Kristus, begitu bersemangat
dalam mengabarkan Injil kepada tetangga dan kerabat lainnya sehingga
seseorang berencana untuk membunuh seluruh keluarga Yahya. Puji Tuhan,
keluarga Yahya dapat segera melarikan diri setelah mendengar kabar
tersebut.
Selasa, 29 Juli 2014 -- Korea Utara
Mengucap
syukurlah kepada Tuhan Yesus untuk perlindungan-Nya atas Sun Hi, seorang
staff lapangan Open Doors di Korea Utara, dan seorang petobat baru asal
negara itu yang saat ini sedang dimuridkan oleh Sun Hi. Mereka berhasil
lolos dari tangkapan polisi. Berdoalah untuk penyertaan dan proteksi
atas mereka serta seluruh pelayan Open Doors yang melayani di Korea
Utara.
Rabu, 30 Juli 2014 -- Djibouti/Ethiopia
Berdoalah
untuk Eve, seorang SALAM yang melarikan diri dari Ethiopia ke Djibouti.
Setelah bertobat dan menjadi pengikut Kristus, Eve menghadapi banyak
intimidasi dari anggota keluarganya. Bersyukur atas keteguhan hati Eve
dalam mengikuti Kristus. Kiranya Tuhan senantiasa melindungi dan
memenuhi semua kebutuhannya.
Kamis, 31 Juli 2014 -- Dataran Somalia
Berdoalah
untuk Ahmed, seorang SALAM di Hargeisa, Somalia, yang dianiaya dan
harus berjuang dengan penyakit kulit akut pada saat yang bersamaan.
Tekanan dari kaum SALAM di dataran Somalia terus meningkat tajam sejak
tahun lalu sehingga memaksa banyak umat Kristen mengungsi dan
bersembunyi. Berdoalah untuk situasi ini.
Kita dipanggil untuk berdoa untuk membina hubungan yang intim dengan Tuhan dan berdoa bagi sesama kita sebagai bukti kasih kita pada sesama terutama yang terhilang dan tengah berbeban berat
Rabu, 02 Juli 2014
Aji of Indonesia
|
Aji of Indonesia
In the time of
the Majapahit Kingdom, the Aji were ruled by a duke from Majapahit who
lived in Tanjung Raya Village. They did not want to be colonized by the
Netherlands and formed an army. Now, social stratification is still
based on the stratification of the Aji Army. These stratifications are:
Ratu (King), Panglima (Commander), Kerio Perang (Troops), and ordinary
people. The Aji people make a living by growing two crops: coffee and
rubber. The Aji are Muslims and a mosque can be found in each of their
villages. The Aji maintain good relationships with people of other
religions and no religious disturbances have been reported in their
area. However, they still practice cultic worship of various objects.
Ministry ObstaclesThe Aji have no scripture or other Christian resources reported as available in their language. Outreach Ideas Pray that workers who know how to tell stories from scripture will contact the Aji and tell them about Jesus Christ. Pray for the followers of Christ There are probably no followers of Jesus at this time among the Aji. However, please pray for those who will soon come to Christ in faith, believing. Pray they will learn to walk in the power of God's Spirit, experiencing love, joy, peace, and all the fruit of the Spirit. Pray also they will learn to share their faith with family and friends in an effective way.
Pray for the entire people group
Small business management and home industry training could help reduce poverty in Aji areas and bring work opportunities to young Aji people. Today, almost all Aji young people leave the Aji area in search of work.
Scripture Focus
"Do you not say, 'There are yet four months, and then comes the harvest?' Behold, I say to you, lift up your eyes and look on the fields, that they are white for harvest." John 4:35 |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||
BERDOA UNTUK UMAT MUSLIM BAREILLY
BERDOA UNTUK UMAT MUSLIM BAREILLY
Selamat datang di Bareilly College; didirikan tahun 1837, dengan motto: "Kebijaksanaan, Keadilan, Keberanian, Moral, Kemanusiaan, Pengabdian, Pelayanan, Tugas, Kerja Sama, Keberhasilan." Wow, begitu sedikitnya. Apakah para lulusan telah mempelajari itu semua?
Bareilly adalah sebuah kota yang berkembang pesat di provinsi Uttar Pradesh Utara (antara New Delhi dan Lucknow). Ada tujuh sungai melintasi dataran rendah Gangga. Dengan demikian, tanahnya begitu luar biasa, tetapi tidak demikian di saat banjir.
Sebagai salah satu distrik yang berkembang pesat di India Utara, Bareilly menarik perhatian orang-orang muda dan menarik untuk industri. Pendidikan tinggi Bareilly memang banyak diminati, tetapi relatif mahal. Tidak begitu banyak orang Muslim mampu ke sana. Meskipun banyak orang Muslim mengelola usaha dalam skala kecil, tetapi sebagian besar masih miskin. Sangat sedikit orang Muslim yang bisa diperhitungkan sebagai masyarakat kelas menengah.
Bareilly yang adalah tempat kelahiran Waseem Barelvi, penyair terkenal di dunia, juga merupakan kawasan pusat pendidikan. Di sini, rata-rata tingkat melek huruf mencapai 80 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-ratanya secara nasional, yaitu 60 persen; dengan rincian 88 persen dari kaum pria dan 65 persen dari kaum wanitanya adalah orang terdidik.
Kekerasan di Tempat Umum
Beberapa statistik mencatat populasi Muslim di Bareilly mencapai 35 persen, lebih tinggi lagi di pusat kota. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan timbulnya koloni-koloni Muslim dan Hindu di pinggiran kota yang kemudian mengakibatkan pemisahan yang semakin menajam di antara kedua kelompok tersebut. Kekerasan di tempat umum merupakan hal yang biasa, bukan saja antara orang Hindu dan Muslim, tetapi juga antara kelompok-kelompok Muslim yang menganut paham teologi yang berbeda.
Terdapat sejumlah pekerja Kristen di tengah-tengah masyarakat Muslim di Bareilly. Dan, baru-baru ini, beberapa di antara mereka telah mengambil keputusan penting untuk berkomitmen bagi Kristus. Ada juga orang-orang percaya secara rahasia, dan orang-orang yang sedang mencari-cari. Tampaknya, gerakan menuju gereja yang berkembang akan segera terjadi.
Kebutuhan
Pekerja-pekerja Kristen di Bareilly memohon dukungan doa Anda untuk:
- Pelayanan kampus agar bisa bertumbuh. Dibutuhkan banyak pekerja untuk menjangkau para mahasiswa dan guru besar.
- Pelatihan dan bahan-bahan pengajaran untuk meningkatkan momentum gerakan penanaman gereja dan pemuridan.
- Lebih banyak lagi para pendeta yang dilantik agar bisa mengayomi dan mengurapi para petobat baru.
POKOK DOA
1. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar para pekerja misi dapat menjangkau kampus Bareilly dan para staf pekerja, dosen, serta mahasiswa di sana sehingga mereka dapat mengenal dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
2. Mari kita berdoa kepada Yesus Kristus bagi umat Muslim di kota Bareilly supaya mereka dapat terbuka untuk menerima kebenaran dan mengenal Yesus Kristus -- Allah yang benar, yang hidup, dan yang berkuasa atas alam semesta.
3. Berdoa pula bagi bahan-bahan pengajaran yang dibutuhkan dalam usaha mewartakan firman yang hidup kepada mereka, serta pemanfaatan media informasi untuk bermisi dan menjaring jiwa-jiwa baru bagi Kristus.
Selamat datang di Bareilly College; didirikan tahun 1837, dengan motto: "Kebijaksanaan, Keadilan, Keberanian, Moral, Kemanusiaan, Pengabdian, Pelayanan, Tugas, Kerja Sama, Keberhasilan." Wow, begitu sedikitnya. Apakah para lulusan telah mempelajari itu semua?
Bareilly adalah sebuah kota yang berkembang pesat di provinsi Uttar Pradesh Utara (antara New Delhi dan Lucknow). Ada tujuh sungai melintasi dataran rendah Gangga. Dengan demikian, tanahnya begitu luar biasa, tetapi tidak demikian di saat banjir.
Sebagai salah satu distrik yang berkembang pesat di India Utara, Bareilly menarik perhatian orang-orang muda dan menarik untuk industri. Pendidikan tinggi Bareilly memang banyak diminati, tetapi relatif mahal. Tidak begitu banyak orang Muslim mampu ke sana. Meskipun banyak orang Muslim mengelola usaha dalam skala kecil, tetapi sebagian besar masih miskin. Sangat sedikit orang Muslim yang bisa diperhitungkan sebagai masyarakat kelas menengah.
Bareilly yang adalah tempat kelahiran Waseem Barelvi, penyair terkenal di dunia, juga merupakan kawasan pusat pendidikan. Di sini, rata-rata tingkat melek huruf mencapai 80 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-ratanya secara nasional, yaitu 60 persen; dengan rincian 88 persen dari kaum pria dan 65 persen dari kaum wanitanya adalah orang terdidik.
Kekerasan di Tempat Umum
Beberapa statistik mencatat populasi Muslim di Bareilly mencapai 35 persen, lebih tinggi lagi di pusat kota. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan timbulnya koloni-koloni Muslim dan Hindu di pinggiran kota yang kemudian mengakibatkan pemisahan yang semakin menajam di antara kedua kelompok tersebut. Kekerasan di tempat umum merupakan hal yang biasa, bukan saja antara orang Hindu dan Muslim, tetapi juga antara kelompok-kelompok Muslim yang menganut paham teologi yang berbeda.
Terdapat sejumlah pekerja Kristen di tengah-tengah masyarakat Muslim di Bareilly. Dan, baru-baru ini, beberapa di antara mereka telah mengambil keputusan penting untuk berkomitmen bagi Kristus. Ada juga orang-orang percaya secara rahasia, dan orang-orang yang sedang mencari-cari. Tampaknya, gerakan menuju gereja yang berkembang akan segera terjadi.
Kebutuhan
Pekerja-pekerja Kristen di Bareilly memohon dukungan doa Anda untuk:
- Pelayanan kampus agar bisa bertumbuh. Dibutuhkan banyak pekerja untuk menjangkau para mahasiswa dan guru besar.
- Pelatihan dan bahan-bahan pengajaran untuk meningkatkan momentum gerakan penanaman gereja dan pemuridan.
- Lebih banyak lagi para pendeta yang dilantik agar bisa mengayomi dan mengurapi para petobat baru.
POKOK DOA
1. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar para pekerja misi dapat menjangkau kampus Bareilly dan para staf pekerja, dosen, serta mahasiswa di sana sehingga mereka dapat mengenal dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
2. Mari kita berdoa kepada Yesus Kristus bagi umat Muslim di kota Bareilly supaya mereka dapat terbuka untuk menerima kebenaran dan mengenal Yesus Kristus -- Allah yang benar, yang hidup, dan yang berkuasa atas alam semesta.
3. Berdoa pula bagi bahan-bahan pengajaran yang dibutuhkan dalam usaha mewartakan firman yang hidup kepada mereka, serta pemanfaatan media informasi untuk bermisi dan menjaring jiwa-jiwa baru bagi Kristus.
SUKU OSING
SUKU OSING
Pendahuluan/Sejarah
Suku Jawa Osing berdiam di kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, dan merupakan penduduk asli dari wilayah paling timur pulau Jawa ini. Suku Jawa Osing adalah subsuku dari suku Jawa, tetapi mereka memiliki keragaman budaya yang berbeda dari kebanyakan orang Jawa lainnya. Banyuwangi adalah sebuah kota transit bagi para wisatawan yang hendak ke Bali. Dulunya, wilayah Osing adalah ibu kota dari kerajaan Hindu Blambangan yang adalah kerajaan terakhir di Jawa. Sejarah Osing dimulai pada masa berakhirnya kekuasaan kerajaan Majapahit pada tahun 1478. Perang sipil dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam, khususnya Kesultanan Malaka, mempercepat jatuhnya kerajaan Majapahit. Setelah kejatuhan itu, sebagian orang Majapahit melarikan diri ke tempat-tempat seperti gunung Bromo (Tengger), Blambangan (Banyuwangi/Osing), dan Bali. Orang Osing berbicara menggunakan bahasa Osing Ngoko. Bagi orang Jawa lainnya, bahasa ini sangat kuno dan bercampur dengan bahasa Madura.
Seperti apa kehidupan mereka?
Keluarga, tempat tinggal, makanan, serta pola kesehatan dan sosial orang Jawa Osing tidak jauh berbeda dari budaya Jawa pada umumnya. Akan tetapi, budaya mereka juga sangat dipengaruhi oleh budaya Bali. Misalnya saja tarian Janger. Tarian ini bertemakan cinta kasih dan dipentaskan dengan diiringi gendang dua sisi (kendang kempul). Pakaian penarinya bergaya Jawa, tetapi sanggul yang dipakai penarinya sangat mirip dengan sanggul wanita Bali.
Kebanyakan orang Osing bermatapencaharian petani, memelihara ternak, dan berdagang. Selain itu, mereka juga ada yang menjadi pegawai negeri (PNS) dan wiraswasta. Orang Osing tidak pernah mengalami kekeringan karena mereka hidup di lereng gunung Ijen dan Bromo. Orang Jawa Osing sangat menghargai hubungan dengan kerabat mereka, baik yang dekat maupun yang jauh. Hubungan yang baik dengan orang lain juga dijaga dengan saling memberi dan menerima, serta berusaha memahami perasaan dan kemampuan orang lain. Kebiasaan ini mereka namai "tepa selira", yang intinya tidak melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak ingin menerimanya dari orang lain. Orang Jawa Osing juga dikenal sebagai suku yang ramah. Budaya mereka, yang kini dalam perlindungan negara, telah menjadi populer dan menarik perhatian turis. Pemerintah berharap dapat melestarikan budaya suku ini sehingga kebanggaan mereka terhadap budayanya semakin bertambah.
Apa kepercayaan mereka?
Islam adalah agama mayoritas dalam suku ini setelah agama Hindu didesak ke Bali. Para kyai (guru agama Islam) memiliki otoritas tertinggi dalam hal keagamaan. Orang Jawa Osing memiliki banyak ritual selamatan untuk banyak peristiwa yang spesifik seperti: kematian, bersih desa, menanam dan memanen padi, kelahiran, pernikahan, dan bahkan untuk pindah ke rumah baru. Ritual selamatan ini adalah percampuran antara budaya Jawa dan Islam sehingga selamatan juga dilaksanakan untuk memperingati hari raya Islam seperti: Malam 1 Sura, Maulud Nabi, Ruahan, Punggahan, Rejabaten, dan Sekaten. Dukun tradisional orang Osing terkenal dengan kemampuannya untuk melakukan sihir dari jarak jauh. Orang Osing percaya bahwa dengan kekuatan sihirnya itu, sang dukun dapat mengobati atau mencelakai siapa atau apa pun yang dianggap sebagai masalah.
Apa kebutuhan mereka?
Sebagai petani dan peternak, orang Jawa Osing masih memiliki kemampuan yang terbatas. Karena itu, mereka perlu dilatih dalam menggunakan teknologi skala kecil untuk meningkatkan tingkat produktivitas mereka. (t/Yudo)
Berikut ini adalah beberapa referensi yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang Suku Osing, dan beberapa media untuk melakukan penginjilan kepada suku ini:
a. Suku Osing: http://sabda.org/publikasi/misi/2000/38
b. Audio Kisah-Kisah Alkitab dan Pelajarannya: http://globalrecordings.net/id/language/4691
c. Pengajaran Alkitab dalam Bentuk Audio Visual: http://globalrecordings.net/id/program/C84087
d. Suku Osing: http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Osing
POKOK DOA
1. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus untuk suku Osing yang sampai hari ini masih menjaga hubungan kekerabatan dengan baik, kiranya tradisi mereka ini bisa menjadi teladan bagi suku-suku lain untuk hidup berdampingan dengan damai.
2. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar orang-orang suku Osing, yang sebagian besar masih percaya pada ritual-ritual selamatan, mau membuka hati untuk Injil dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.
3. Doakan kepada Tuhan Yesus agar orang-orang suku Osing mau membuka diri untuk belajar hal-hal baru, tekun berlatih dalam menggunakan teknologi, dan pantang menyerah dalam memajukan kesejahteraan sukunya.
Pendahuluan/Sejarah
Suku Jawa Osing berdiam di kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, dan merupakan penduduk asli dari wilayah paling timur pulau Jawa ini. Suku Jawa Osing adalah subsuku dari suku Jawa, tetapi mereka memiliki keragaman budaya yang berbeda dari kebanyakan orang Jawa lainnya. Banyuwangi adalah sebuah kota transit bagi para wisatawan yang hendak ke Bali. Dulunya, wilayah Osing adalah ibu kota dari kerajaan Hindu Blambangan yang adalah kerajaan terakhir di Jawa. Sejarah Osing dimulai pada masa berakhirnya kekuasaan kerajaan Majapahit pada tahun 1478. Perang sipil dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam, khususnya Kesultanan Malaka, mempercepat jatuhnya kerajaan Majapahit. Setelah kejatuhan itu, sebagian orang Majapahit melarikan diri ke tempat-tempat seperti gunung Bromo (Tengger), Blambangan (Banyuwangi/Osing), dan Bali. Orang Osing berbicara menggunakan bahasa Osing Ngoko. Bagi orang Jawa lainnya, bahasa ini sangat kuno dan bercampur dengan bahasa Madura.
Seperti apa kehidupan mereka?
Keluarga, tempat tinggal, makanan, serta pola kesehatan dan sosial orang Jawa Osing tidak jauh berbeda dari budaya Jawa pada umumnya. Akan tetapi, budaya mereka juga sangat dipengaruhi oleh budaya Bali. Misalnya saja tarian Janger. Tarian ini bertemakan cinta kasih dan dipentaskan dengan diiringi gendang dua sisi (kendang kempul). Pakaian penarinya bergaya Jawa, tetapi sanggul yang dipakai penarinya sangat mirip dengan sanggul wanita Bali.
Kebanyakan orang Osing bermatapencaharian petani, memelihara ternak, dan berdagang. Selain itu, mereka juga ada yang menjadi pegawai negeri (PNS) dan wiraswasta. Orang Osing tidak pernah mengalami kekeringan karena mereka hidup di lereng gunung Ijen dan Bromo. Orang Jawa Osing sangat menghargai hubungan dengan kerabat mereka, baik yang dekat maupun yang jauh. Hubungan yang baik dengan orang lain juga dijaga dengan saling memberi dan menerima, serta berusaha memahami perasaan dan kemampuan orang lain. Kebiasaan ini mereka namai "tepa selira", yang intinya tidak melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak ingin menerimanya dari orang lain. Orang Jawa Osing juga dikenal sebagai suku yang ramah. Budaya mereka, yang kini dalam perlindungan negara, telah menjadi populer dan menarik perhatian turis. Pemerintah berharap dapat melestarikan budaya suku ini sehingga kebanggaan mereka terhadap budayanya semakin bertambah.
Apa kepercayaan mereka?
Islam adalah agama mayoritas dalam suku ini setelah agama Hindu didesak ke Bali. Para kyai (guru agama Islam) memiliki otoritas tertinggi dalam hal keagamaan. Orang Jawa Osing memiliki banyak ritual selamatan untuk banyak peristiwa yang spesifik seperti: kematian, bersih desa, menanam dan memanen padi, kelahiran, pernikahan, dan bahkan untuk pindah ke rumah baru. Ritual selamatan ini adalah percampuran antara budaya Jawa dan Islam sehingga selamatan juga dilaksanakan untuk memperingati hari raya Islam seperti: Malam 1 Sura, Maulud Nabi, Ruahan, Punggahan, Rejabaten, dan Sekaten. Dukun tradisional orang Osing terkenal dengan kemampuannya untuk melakukan sihir dari jarak jauh. Orang Osing percaya bahwa dengan kekuatan sihirnya itu, sang dukun dapat mengobati atau mencelakai siapa atau apa pun yang dianggap sebagai masalah.
Apa kebutuhan mereka?
Sebagai petani dan peternak, orang Jawa Osing masih memiliki kemampuan yang terbatas. Karena itu, mereka perlu dilatih dalam menggunakan teknologi skala kecil untuk meningkatkan tingkat produktivitas mereka. (t/Yudo)
Berikut ini adalah beberapa referensi yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang Suku Osing, dan beberapa media untuk melakukan penginjilan kepada suku ini:
a. Suku Osing: http://sabda.org/publikasi/misi/2000/38
b. Audio Kisah-Kisah Alkitab dan Pelajarannya: http://globalrecordings.net/id/language/4691
c. Pengajaran Alkitab dalam Bentuk Audio Visual: http://globalrecordings.net/id/program/C84087
d. Suku Osing: http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Osing
POKOK DOA
1. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus untuk suku Osing yang sampai hari ini masih menjaga hubungan kekerabatan dengan baik, kiranya tradisi mereka ini bisa menjadi teladan bagi suku-suku lain untuk hidup berdampingan dengan damai.
2. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar orang-orang suku Osing, yang sebagian besar masih percaya pada ritual-ritual selamatan, mau membuka hati untuk Injil dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.
3. Doakan kepada Tuhan Yesus agar orang-orang suku Osing mau membuka diri untuk belajar hal-hal baru, tekun berlatih dalam menggunakan teknologi, dan pantang menyerah dalam memajukan kesejahteraan sukunya.
FOKUS DOA UNTUK PEMULIHAN ORANG PERCAYA
FOKUS DOA UNTUK PEMULIHAN ORANG PERCAYA
Fokus Doa 1, 1, 1, (Triple One Prayer Focus), artinya:
- 1 fam/marga: fokus mendoakan 1 fam/marga yang sama dengan Anda.
- 1 kampung: fokus mendoakan 1 kampung asal yang sama dengan Anda.
- 1 suku: fokus mendoakan 1 suku asal yang sama dengan Anda.
Doa 1, 1, 1 adalah berdoa bagi nama-nama orang Kristen dari setiap marga/fam, kampung, dan suku di Indonesia yang sama dengan Anda, baik mereka yang berdomisili di kampung asal maupun mereka yang merantau di Indonesia dan di mancanegara.
Mengapa Fokus Doa 1, 1, 1, (Triple One Prayer)?
Karena:
1. Masih ada orang Kristen yang belum menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya -- belum lahir baru (Yohanes 3:3-7). Kekristenannya ia warisi dari keturunan, hanya sebagai agama, tidak lahir dari iman dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus.
2. Ciri dari orang Kristen KTP (Kristen Tanpa Pertobatan):
- Ia belum memiliki rasa hormat dan takut kepada Tuhan, tetapi bergairah saat melakukan dosa, serta menikmati dan bangga akan keberdosaannya.
- Kehidupan rohaninya sakit dan sangat lemah. Ia belum memiliki kesadaran dan kerinduan untuk menyehatkan rohaninya dengan berdoa dan membaca firman Tuhan secara rutin. Ia belum tertarik membaca Alkitab dan kalau membaca Alkitab, ia merasa mengantuk berat.
- Tindakan hidupnya fasik, rentan dalam hubungan dengan sesama dan lingkungan.
- Ia senang menghiasi diri dengan aksesori dan simbol-simbol Kristen, tetapi tidak menghidupi nilai-nilai Kerajaan Surga.
- Ia belum menyadari pentingnya doa syafaat bagi jiwa-jiwa yang belum menerima Mesias.
3. Masih ada orang Kristen yang percaya takhayul, dongeng nenek tua, dan sangat rajin merawat warisan tradisi kepercayaan nenek moyang yang mengandung okultisme sehingga terjadi sinkretisme, dalam berbagai perayaan seperti pernikahan, kehamilan, kelahiran, kematian, dan berbagai kegiatan sosial dalam keluarga, kampung, dan suku.
Target Doa 1, 1, 1,
a. Terjadinya pertobatan yang sejati dan hidup baru pada setiap pribadi dalam setiap marga/fam, di setiap kampung/desa, dan suku-suku di Indonesia.
b. Terjadinya pemulihan keimamatan pada setiap pria dan suami sebagai wakil Kristus yang memimpin di setiap keluarga.
c. Terjadinya pemulihan hubungan dalam setiap keluarga antara suami dan istri, anak dan orang tua, serta mertua dan menantu.
d. Terciptanya ibadah keluarga (pujian, penyampaian firman Tuhan, dan doa syafaat) yang diusahakan setiap hari, dan akan sangat baik jika dilakukan pada pagi hari.
e. Terjadinya transformasi pribadi, keluarga, kampung, dan suku-suku yang kita doakan.
f. Meningkatnya kesadaran untuk melayani jiwa-jiwa yang belum menerima Mesias, baik mereka yang berada dalam lingkungan tempat tinggal maupun pekerjaan; dan adanya orang yang bersedia pergi melayani ke tempat tertentu.
g. Tergenapinya Amanat Agung (Matius 28:19-20; Markus 15:15-18).
Langkah-Langkah Doa 1, 1, 1,
- Mulailah berdoa dan memohon agar Roh Kudus memberikan hikmat dan keberanian kepada Anda sebagai inisiator dan penggerak bagi fam/marga Anda.
- Buatlah data nama lengkap dari setiap orang yang memiliki fam/marga yang sama dengan Anda.
- Ajaklah mereka yang memiliki kesungguhan dalam iman Kristen untuk bergabung dengan Anda.
- Bentuklah kelompok dengan beberapa orang yang sehati, utamakan sanak saudara yang sama fam/marga, satu kampung, dan satu suku dengan Anda.
- Sepakatlah dalam menetapkan hari, tempat, dan jam doa; minimal 1-2 kali/minggu. Disarankan hari Senin dan Kamis.
- Galilah sejarah, teliti dan amati asal usul, situasi, dan kondisi orang-orang dalam fam/marga, kampung, dan suku asal Anda. Masa lalu: apa yang telah terjadi? Masa kini: apa kondisi nyata yang sedang terjadi? Masa depan: apa rencana dan tujuan Tuhan menciptakan setiap orang dalam fam/marga, kampung, dan suku Anda?
- Bagilah tugas dalam tim: siapa yang memimpin dan siapa yang menulis. Berdiskusilah dan catat setiap hal yang Anda temukan setelah menjawab pertanyaan survei fam/marga, kampung, dan suku.
- Mohonlah kepada Roh Kudus untuk memberikan gambaran rohani dari fam/marga, kampung, dan suku Anda.
- Berdoalah secara spesifik sampai tuntas untuk setiap pokok doa bagi setiap nama fam/marga, kampung, dan suku yang telah terdaftar.
Pokok Doa 1, 1, 1, (Triple One Prayer Focus)
1. Agar setiap orang percaya, tanpa kecuali, mengalami lahir baru (Yohanes 3:3,5,7).
2. Agar setiap orang percaya menyelesaikan diri dari dosa serta melepaskan diri dari setiap ikatan dan kutukan roh-roh jahat yang terjadi akibat perbuatan dosa dari diri sendiri, dari garis keturunan, dari fam/marganya, dari desa dan dari sukunya, yang merupakan hasil dari tradisi dan budaya nenek moyang yang mengalir dari penyembahan berhala dan roh datuk leluhur -- roh orang mati.
3. Agar setiap orang percaya menerima baptisan Roh Kudus dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:8; Galatia 5:25).
4. Agar terjadi pemulihan keimamatan pria dalam ketetapan mereka sebagai wakil Kristus, dan pemulihan setiap fam/marga dan keluarga.
5. Agar terjadi pemulihan hubungan di setiap keluarga antara suami dan istri, anak dan orang tua, serta menantu dan mertua, dst..
6. Agar setiap potensi, talenta, dan kekuatan positif yang Tuhan berikan dalam setiap pribadi, fam/marga, kampung, dan suku ditebus dalam darah Tuhan Yesus Kristus dan dipersembahkan untuk dipakai bagi kemuliaan Bapa di surga.
Fokus Doa 1, 1, 1, (Triple One Prayer Focus), artinya:
- 1 fam/marga: fokus mendoakan 1 fam/marga yang sama dengan Anda.
- 1 kampung: fokus mendoakan 1 kampung asal yang sama dengan Anda.
- 1 suku: fokus mendoakan 1 suku asal yang sama dengan Anda.
Doa 1, 1, 1 adalah berdoa bagi nama-nama orang Kristen dari setiap marga/fam, kampung, dan suku di Indonesia yang sama dengan Anda, baik mereka yang berdomisili di kampung asal maupun mereka yang merantau di Indonesia dan di mancanegara.
Mengapa Fokus Doa 1, 1, 1, (Triple One Prayer)?
Karena:
1. Masih ada orang Kristen yang belum menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya -- belum lahir baru (Yohanes 3:3-7). Kekristenannya ia warisi dari keturunan, hanya sebagai agama, tidak lahir dari iman dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus.
2. Ciri dari orang Kristen KTP (Kristen Tanpa Pertobatan):
- Ia belum memiliki rasa hormat dan takut kepada Tuhan, tetapi bergairah saat melakukan dosa, serta menikmati dan bangga akan keberdosaannya.
- Kehidupan rohaninya sakit dan sangat lemah. Ia belum memiliki kesadaran dan kerinduan untuk menyehatkan rohaninya dengan berdoa dan membaca firman Tuhan secara rutin. Ia belum tertarik membaca Alkitab dan kalau membaca Alkitab, ia merasa mengantuk berat.
- Tindakan hidupnya fasik, rentan dalam hubungan dengan sesama dan lingkungan.
- Ia senang menghiasi diri dengan aksesori dan simbol-simbol Kristen, tetapi tidak menghidupi nilai-nilai Kerajaan Surga.
- Ia belum menyadari pentingnya doa syafaat bagi jiwa-jiwa yang belum menerima Mesias.
3. Masih ada orang Kristen yang percaya takhayul, dongeng nenek tua, dan sangat rajin merawat warisan tradisi kepercayaan nenek moyang yang mengandung okultisme sehingga terjadi sinkretisme, dalam berbagai perayaan seperti pernikahan, kehamilan, kelahiran, kematian, dan berbagai kegiatan sosial dalam keluarga, kampung, dan suku.
Target Doa 1, 1, 1,
a. Terjadinya pertobatan yang sejati dan hidup baru pada setiap pribadi dalam setiap marga/fam, di setiap kampung/desa, dan suku-suku di Indonesia.
b. Terjadinya pemulihan keimamatan pada setiap pria dan suami sebagai wakil Kristus yang memimpin di setiap keluarga.
c. Terjadinya pemulihan hubungan dalam setiap keluarga antara suami dan istri, anak dan orang tua, serta mertua dan menantu.
d. Terciptanya ibadah keluarga (pujian, penyampaian firman Tuhan, dan doa syafaat) yang diusahakan setiap hari, dan akan sangat baik jika dilakukan pada pagi hari.
e. Terjadinya transformasi pribadi, keluarga, kampung, dan suku-suku yang kita doakan.
f. Meningkatnya kesadaran untuk melayani jiwa-jiwa yang belum menerima Mesias, baik mereka yang berada dalam lingkungan tempat tinggal maupun pekerjaan; dan adanya orang yang bersedia pergi melayani ke tempat tertentu.
g. Tergenapinya Amanat Agung (Matius 28:19-20; Markus 15:15-18).
Langkah-Langkah Doa 1, 1, 1,
- Mulailah berdoa dan memohon agar Roh Kudus memberikan hikmat dan keberanian kepada Anda sebagai inisiator dan penggerak bagi fam/marga Anda.
- Buatlah data nama lengkap dari setiap orang yang memiliki fam/marga yang sama dengan Anda.
- Ajaklah mereka yang memiliki kesungguhan dalam iman Kristen untuk bergabung dengan Anda.
- Bentuklah kelompok dengan beberapa orang yang sehati, utamakan sanak saudara yang sama fam/marga, satu kampung, dan satu suku dengan Anda.
- Sepakatlah dalam menetapkan hari, tempat, dan jam doa; minimal 1-2 kali/minggu. Disarankan hari Senin dan Kamis.
- Galilah sejarah, teliti dan amati asal usul, situasi, dan kondisi orang-orang dalam fam/marga, kampung, dan suku asal Anda. Masa lalu: apa yang telah terjadi? Masa kini: apa kondisi nyata yang sedang terjadi? Masa depan: apa rencana dan tujuan Tuhan menciptakan setiap orang dalam fam/marga, kampung, dan suku Anda?
- Bagilah tugas dalam tim: siapa yang memimpin dan siapa yang menulis. Berdiskusilah dan catat setiap hal yang Anda temukan setelah menjawab pertanyaan survei fam/marga, kampung, dan suku.
- Mohonlah kepada Roh Kudus untuk memberikan gambaran rohani dari fam/marga, kampung, dan suku Anda.
- Berdoalah secara spesifik sampai tuntas untuk setiap pokok doa bagi setiap nama fam/marga, kampung, dan suku yang telah terdaftar.
Pokok Doa 1, 1, 1, (Triple One Prayer Focus)
1. Agar setiap orang percaya, tanpa kecuali, mengalami lahir baru (Yohanes 3:3,5,7).
2. Agar setiap orang percaya menyelesaikan diri dari dosa serta melepaskan diri dari setiap ikatan dan kutukan roh-roh jahat yang terjadi akibat perbuatan dosa dari diri sendiri, dari garis keturunan, dari fam/marganya, dari desa dan dari sukunya, yang merupakan hasil dari tradisi dan budaya nenek moyang yang mengalir dari penyembahan berhala dan roh datuk leluhur -- roh orang mati.
3. Agar setiap orang percaya menerima baptisan Roh Kudus dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:8; Galatia 5:25).
4. Agar terjadi pemulihan keimamatan pria dalam ketetapan mereka sebagai wakil Kristus, dan pemulihan setiap fam/marga dan keluarga.
5. Agar terjadi pemulihan hubungan di setiap keluarga antara suami dan istri, anak dan orang tua, serta menantu dan mertua, dst..
6. Agar setiap potensi, talenta, dan kekuatan positif yang Tuhan berikan dalam setiap pribadi, fam/marga, kampung, dan suku ditebus dalam darah Tuhan Yesus Kristus dan dipersembahkan untuk dipakai bagi kemuliaan Bapa di surga.
Kurd, Southern of Iran
|
Kurd, Southern of Iran
The Persians,
Kurds, and speakers of other Indo-European languages in Iran are
descendants of Aryan tribes that began migrating from Central Asia into
what is now Iran in the 2nd millennium BC. In present day Iran, Kurds
express their cultural identity freely, but have no self-government or
administration. During the 19th and 20th centuries, successive Iranian
governments crushed Kurdish revolts. The Southern Kurds of Iran live
primarily along the Iraq-Iran border in the Iranian provinces of
Kermanshah and Luristan. The Kurds of this region make their living in
much the same way as their relatives in Turkey and Iraq: farming and
raising cattle and goats. Southern Kurds are primarily Shia Muslim, and
this has created tension with Kurdish groups which are Sunni Muslim.
Ministry ObstaclesAccess to Kurdish areas by outsiders is restricted. Outreach Ideas The Lord is calling many Kurds to himself, and there is a growing community of Christians among the Kurds. Pray these people will grow in number and maturity such that they will be able to effectively take the Gospel message to all Kurds. Pray for the followers of Christ Please pray for the Southern Kurds who know and follow Jesus, few in number. Pray they may be filled with joy and peace, and overflow with hope by the power of the Holy Spirit.
Pray for the entire people group
Pray for peace in Iran between the Kurdish minority and the Iranian government. Pray also for adequate rainfall for crops and livestock.
Scripture Focus
"Therefore having overlooked the times of ignorance, God is now declaring to men that all people everywhere should repent, because He has fixed a day in which He will judge the world in righteousness through a Man whom He has appointed" Acts 17:30-31 |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||
SEJARAH KONFLIK DI SURIAH
SEJARAH KONFLIK DI SURIAH
Untuk berdoa, diperlukan pemahaman dan harus berurusan dengan akar sumbernya. Contoh yang diangkat hari ini berasal dari Suriah, tetapi pelajaran sejarahnya berlaku untuk seluruh bangsa di dunia Muslim.
Terima kasih kepada Konstantinus Agung, Kaisar Roma abad ke-4, karena Suriah dijadikan pusat kekristenan dunia. Dominasi itu tidak terpatahkan hingga abad ke-7 saat Islam mengambil alih kekuasaan. Suriah tetap menjadi negara Muslim dan menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman. Konflik di kawasan itu, yang terus berlanjut, sering kali tereflesikan dalam pemisahan antara Muslim Syiah dan Muslim Suni (di luar ruang lingkup pembahasan artikel ini).
Selama Perang Dunia I, Laurence dari Arabia berusaha membebaskan Suriah dari Kekaisaran Ottoman. Perancis turut campur tangan, memecah negeri itu dan memberikan kepada kaum Alawite yang minoritas (sebuah sekte dan aliran Syiah) kekuasaan atas Muslim Suni. Pada tahun 1946, Suriah meraih kemerdekaannya. Kemudian, seorang Muslim dari kaum Alawite bernama Assad menjadi sangat berpengaruh (arti namanya adalah "singa"). Pada tahun 1970, Assad merebut kekuasaan melalui kudeta dan membentuk negara polisi (police state) yang menindas. Muslim Suni (dari kelompok The Brotherhood) bersumpah untuk menghancurkan Assad.
Selama 30 tahun berikutnya dari kekuasaan Assad, kebencian kaum Muslim Suni semakin sengit terhadap Assad dan kaum Alawite. Hal ini menjelaskan sebagian konflik yang terjadi di Suriah dewasa ini. Assad juga membenci Israel. Pada tahun 1973, ia memerangi Israel, tetapi Israel memenangkan peperangan. Namun, Assad justru mengklaim bahwa perang itu memberi kebanggaan bagi Islam. Perang itu mencabik-cabik Lebanon, tetapi hal itu justru memberinya kekuatan, lebih banyak lagi sahabat, serta jalinan ikatan yang lebih erat dengan Rusia dan Iran. Ia meninggal pada tahun 2000.
Pada tahun yang sama, putranya yang bernama Bashar al-Assad menikahi seorang perempuan Suni. Timbul pengharapan bahwa presiden muda ini akan membawa perubahan. Namun sebaliknya, ia justru mengeksploitasi rakyat. Kekeringan dan ledakan jumlah penduduk semakin memperparah kemiskinan. Hingga tahun 2010, rakyat menderita karena penindasan. Akan tetapi, pemberontakan oleh mayoritas kaum Suni telah mencekam kaum Alawite yang minoritas. Jika Assad terguling, mereka (kaum Alawite) takut akan terjadi pembantaian. Ketakutan lain adalah negara-negara yang mayoritas penganut Suni akan bergabung dalam perang dan darah akan menggenangi seluruh kawasan itu.
Kita ingin fokus berdoa berkaitan dengan semua sejarah bangsa-bangsa yang kita ketahui. Kita menginginkan agar semua orang yang membutuhkan doa yang sangat serius sampai perubahan terjadi di negara tersebut. Seperti yang sudah kita lihat dengan negara lainnya yang terjadi di wilayah tersebut, perubahan tidaklah seketika menghasilkan stabilitas dan kebebasan untuk beribadah.
Satu keluarga duta Injil yang telah menyingkir dari Suriah menjelaskan pokok doa yang perlu dinaikkan sebagai berikut:
- Belajar bagaimana berdoa pada masa kini berdasarkan apa yang Alkitab katakan tentang masa lalu dan masa akan datang (Yesaya 17:1).
- Doa dan jeritan utama hati kita adalah bagi mereka yang "tak berdosa", yang tidak memiliki kesempatan untuk mendengar berita pendamaian.
POKOK DOA
1. Mari kita berdoa kepada Bapa di surga untuk benih-benih kekristenan yang masih tersisa di Suriah. Biarlah Roh Kudus yang akan menggerakkan dan senantiasa menolong mereka dalam bertumbuh dan memegang iman mereka dalam Kristus.
2. Dukunglah dalam doa kepada Kristus atas pengharapan akan perubahan yang diimpikan oleh pendudukan Suriah. Biarkan Tuhan memberikan angin perubahan dan memberi kesempatan bagi anak-anak-Nya untuk membuka ladang misi di sana.
3. Doakanlah dalam nama Yesus Kristus bagi penduduk di Suriah yang mengalami konflik, eksploitasi, kekeringan, dan kelaparan. Biarkan Tuhan Yesus Kristus yang akan menolong, memberikan sukacita, penghiburan, dan kekuatan untuk bertahan hidup kepada mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)